Jumat, 25 Juli 2014

News / Regional

Sapi Tercantik Dihargai hingga Rp 400 Juta

Sabtu, 20 Oktober 2012 | 15:14 WIB

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Bagi pemenang kontes kecantikan sapi atau kontes sapi sonok yang digelar masyarakat Madura di Stadion R. Sunarto Hadiwidojo, Pamekasan, Jawa Timur, Sabtu (20/10/2012) memiliki kebanggaan tersendiri. Pasalnya, harga sapi betina yang menjadi pemenang kontes harganya bisa melejit.

Harga per ekor sapi sonok biasa mencapai Rp 100 juta atau Rp. 200 juta sepasang. Namun jika menjadi juara dalam kontes, harganya bisa mencapai Rp 400 juta per pasang. Hal itu diakui Zainuddin, penggemar sapi sonok asal Desa Waru, Kecamatan Waru, Pamekasan.

Setahun lalu, sapi Zainuddin menjadi pemenang dalam kontes kecantikan sapi dan langsung ditawar Rp 400 juta. "Karena saya penggemar sapi, tidak berani untuk menjualnya meskipun harganya mahal. Sebab saya tidak bisa mengambil peranakan dari sapi terbaik yang jadi pemenang dalam kontes," kata Zainuddin kepada Kompas.com.

Biasanya, lanjut pemilik empat pasang sapi sonok ini, orang-orang yang menawar sapi pemenang dalam kontes itu, selain untuk dipelihara juga untuk pembibitan. "Sapi itu nanti dikawinkan untuk ambil anaknya dan dipelihara untuk diikutkan pada kontes-kontes selanjutnya. Namun demikian, pemenang dalam kontes kecantikan sapi itu tidak sebanding antara hadiah yang didapatkan dari panitia dengan perawatan yang dilakukan oleh peternak sapi sonok," katanya.

Hadiah yang diberikan panitia berupa tropi, piagam dan uang pembinaan yang nilainya enggan disebutkan oleh peternak yang pernah juara. "Kalau dibandingkan antara hadiah dan biaya perawatan sama sekali tidak memuaskan. Tetapi memiliki sapi terbaik dan tercantik adalah prestise yang tidak dapat dihargai dengan rupiah," ungkap Musleh, pemilik sapi sonok asal Kecamatan Ganding, Sumenep, yang juga pernah menjadi juara kontes.

Menurut kalkulasi para peternak sapi sonok, setiap kali memberikan jamu, pemilik harus mengeluarkan uang sampai Rp 300 ribu. Jamu diberkan seminggu tiga kali. Di antara beberapa ramuan jamu yang diberkan kepada sapi di antaranya jahe, kunyit, gula merah, telur ayam kampung, madu dan santan.

"Peternaknya saja tidak minum jamu seperti itu, tetapi karena demi menghasilkan sapi terbaik saya tidak keberatan," kata Musleh.


Penulis: Kontributor Pamekasan, Taufiqurrahman
Editor : Farid Assifa