Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mahasiswa Harus Gemar Membaca Buku

Kompas.com - 18/10/2012, 10:47 WIB
Kontributor Manggarai, Markus Makur

Penulis

RUTENG, KOMPAS.com - Mahasiswa diharapkan gemar membaca buku sehingga pengetahuan terus berkembang.

Hal ini disampaikan Uskup Ruteng, Mgr. Hubertus Leteng, Pr di hadapan ribuan mahasiswa STKIP Ruteng Nusa Tenggara Timur dan para dosen dalam peresmian Perpustakaan STKIP Ruteng, Rabu (17/10/2012). Bupati Manggarai Timur, Drs. Yoseph Tote turut hadir dalam acara peresmian ini.

Uskup Leteng menegaskan, mahasiswa dan mahasiswi harus sungguh-sungguh memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber ilmu. Membaca lebih banyak buku membuat seseorang profesional dalam tugas hariannya, dalam pekerjaannya dan dalam berbagai kegiatannya.

Uskup Leteng menjelaskan, keseimbangan antara iman dan ilmu membuat seseorang sangat cerdas dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Mahasisw dan mahasiswi yang kuliah di STKIP Santo Paulus Ruteng mewartakan iman dan ilmu kepada masyarakat ketika mereka mengabdikan hidupnya pada masyarakat dan dunia pendidikan.

"Boleh ada televisi, ponsel, dan media internet di rumah, namun, semua itu dapat kena virus dan komunikasinya sangat terbatas sementara buku memberikan ilmu sepanjang masa. Buku tidak akan kena virus, tetapi hanya bisa robek apabila di makan binatang rayap," jelasnya.

Uskup Leteng menegaskan, kita tidak boleh melupakan membaca buku dalam hidup harian kita. Para dosen dan mahasiswa dan mahasiswi di STKIP Ruteng diharapkan menyisihkan uang untuk membeli buku.

Bupati Manggarai Timur, Drs. Yoseph Tote dalam sambutannya, Rabu (17/10/2012) menegaskan, kehadiran perpustakaan di suatu lembaga pendidikan sangat membantu mahasiswa dan mahasiswi atau anak sekolah untuk gemar membaca. Di perpustakaan banyak referensi buku yang harus di baca demi pengembangan diri di masa mendatang.

"Saya minta peresmian Perpustakaan STKIP Santo Paulus Ruteng memberikan dorongan penuh kepada mahasiswi dan mahasiswi untuk membaca dan membuat penelitian di bidang ilmu masing-masing," jelasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com