Kamis, 24 April 2014

News / Regional

Kepala Adpel Jambi Ditahan

Selasa, 16 Oktober 2012 | 23:15 WIB

Baca juga

JAMBI, KOMPAS.com - Kejaksaan Tinggi Jambi menahan paksa Kepala Administrasi Pelabuhan Jambi Billy Picarima, Selasa (16/10/2012) malam, sebagai tersangka kasus korupsi korupsi pengerukan alur Sungai Batanghari. Kerugian negara atas kasus ini bernilai Rp 5,3 miliar dari APBN tahun anggaran 2011.

Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi, J Purba mengatakan, penahanan tersangka Billy Picarima sesuai prosedur. "Ini sesuai dengan perintah dan surat penahanan yang ditandatangani Kajati Jambi, T Suhaimi, tertanggal 16 Oktober 2012," kata Purba.

Billy menjalani pemeriksaan tim penyidik sejak 10.00 WIB. Dia sempat menolak saat penyidik hendak membawanya ke Lembaga Permasyarakatan Jambi pukul 18.45 WIB dan menolak menandatangani surat perintah penahan. Penyidik akhirnya membawanya masuk ke dalam kendaraan atas bantuan polisi.

Asisten Pidana Khusus Kejati Jambi, Masiroby men jelaskan, p enahanan Billy atas dasar yang bersangkutan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Adpel Jambi dan ada kekhawatiran yang bersangkutan akan melarikan diri dan mempersulit pemeriksaan serta dugaan menghilangkan barang bukti atau dokumen.

Selain Billy, ada 5 tersangka kasus ini, yakni rekanan proyek tersebut, Sutrisno sebagai direktur Proyek Manajer PT Lince , dan Direktur Multi Haksa Guna Karya R ief Hidayat, Gerry Iskandar, Toha Maryono serta Wahyu Asoka . Belum satu pun dari mereka ditahan.

Keenam tersangka kasus dugaan korupsi pengerukan alur Sungai Batanghari diduga telah merugikan keuangan negara, karena diduga fiktif.

Anggaran pengerukan alur Sungai Batanghari Jambi itu ada pada Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang dikerjakan pada tahun anggaran 2011 dengan kegiatan pengerukan alur pelayaran Pelabuhan Talang Dukuh hingga Jambi.

Proyek tersebut dikerjakan oleh PT LR L dengan pekerjaan mobilisasi dan demobilisasi peralatan keruk atau kapal keruk serta anak buah kapal. Sedangkan pekerjaan pengerukan berlokasi di Sungai Batanghari jalur pelayaran dengan pencapaian kedalaman minimal -6.0 meter LWS dan kemiringan 1:4 sedangkan volume keruk sebanyak 279.000 meter kubik dengan jenis material keruk adalah lumpur. 

 


Penulis: Irma Tambunan
Editor : Robert Adhi Ksp