Sabtu, 26 Juli 2014

News / Regional

"Gangnam Style" di Makassar Pecahkan Rekor Muri

Minggu, 14 Oktober 2012 | 10:23 WIB

 MAKASSAR, KOMPAS.com - Sekitar 12 ribu orang ikut ambil bagian dalam tarian "Gangnam Style" di Anjungan Losari Makassar, Sulawesi Selatan dan mendapatkan rekor Muri sebagai perserta terbanyak.

"Jumlah penonton yang hadir dalam gerakan Gangnam Style ini berhasil mendapat rekor Muri sebagai peserta terbanyak di Indonesia," kata Ketua Panitia Ilham Abdi di Makassar, Minggu (14/10/2012).

Sejak Minggu subuh, kata Abdi, puluhan masyarakat antusias berbondong-bondong mendatangi lokasi tempat penyelengaraan Gangnam Style. Bahkan hingga fajar menyingsing masih saja masyarakat datang secara bergelombang.

"Masih banyak masyarakat yang datang, ini bukti bahwa pengaruh Gangnam Stlye sudah mewabah di Makassar," tuturnya.     

Gerakan Gangnam Style (Gaya Gangnam) dinyayikan dan populerkan Rapper Korea Selatan, Park Jae Sang atau bisa disebut dengan nama PSY. Populernya Gangnam Style mendapat pujian dari para kritikus, hal itu disebabkan ritme humornya yang catchy dengan gerakan tari tidak biasa. Tarian K-Pop ini mampu menghiptonis banyak orang di seluruh dunia.

"Kami sangat antusisas mengikuti Gangnam Style, bukan hanya di Jakarta, Makassar pun bisa lebih banyak, kami suka Gangnam Style," aku Arini, salah satu peserta.  

Sebelumnya, kegiatan Gangnam Style digagas tim pemenangan bakal Calon Gubernur Sulsel Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar. (IA) Hendra Sirajuddin. Hendra diketahui adik kandung Ilham, melakukan promosi ini melalui jejaring sosial dan ponsel pintar. 

Hasilnya lebih dari 12 ribu peserta tercatat di rekor MURI sebagai senam Gangnam Style dengan peserta terbanyak.

Sebelumnya, gerakan Gangnam Style juga digelar pasangan Balon Gubernur Sulsel Syahrul YAsin Limpo-Agus Arifin Nu’mang (Sayang) pada Minggu (7/10), namun tidak mendapatkan Rekor Muri, tetapi antusias peserta sangat tinggi.

Gerakan Gangnam Style juga dilakukan sejumlah anak muda pada Minggu sebelumnya di Losari Makassar, dengan mengatasnamakan Muri, belakangan diketahui ternyata hanya isu, dan sekelompok anak muda tersebut memilih kabur saat dipertanyakan peserta yang berjumlah ratusan.    

 


Editor : Farid Assifa
Sumber: