Jumat, 28 November 2014

News / Regional

Hujan Buatan Dimulai di Sumsel Jelang Musim Hujan

Minggu, 7 Oktober 2012 | 21:38 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com — Hujan buatan untuk wilayah Sumatera Selatan dilakukan mulai Minggu (7/10/2012) menjelang musim hujan. Program yang direncanakan berlangsung 15 hari tersebut bertujuan memadamkan kebakaran lahan yang telah menyebabkan gangguan kabut asap di kawasan tersebut.

Hujan buatan dilaksanakan Tim Teknologi Cuaca dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Hujan Buatan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Proyek senilai Rp 1,3 miliar ini seluruhnya didanai anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) menyusul permintaan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Akibat kebakaran lahan, ibu kota Sumsel, Palembang, sempat diselimuti kabut asap yang mengganggu penerbangan hingga jam sekolah.

Namun, gangguan kabut asap mereda setelah sepekan terakhir seiring mulai turunnya hujan di beberapa daerah. Meski demikian, Kepala UPT Hujan Buatan BPPT F Heru Widodo mengatakan, hujan buatan justru lebih efektif dilaksanakan di masa transisi musim kemarau ke musim hujan. Hal ini mengingat program hujan buatan membutuhkan awan hujan.

"Ini justru saat paling baik untuk hujan buatan. Lagipula hujan belum merata dan baru turun sesekali," katanya.

Untuk hari pertama, hujan buatan di Sumsel akan diprioritaskan di tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Muara Enim, dan Ogan Komering Ulu Selatan. Ketiganya mempunyai jumlah titik panas (hotspot) terbanyak untuk Sumsel.

Selain itu, Kabupaten Ogan Komering Ilir mempunyai lahan gambut mencapai sekitar 1 juta hektar yang dikenal sulit dipadamkan jika terbakar. Pemadaman kebakaran lahan gambut membutuhkan air yang menggenang.

Hujan buatan di Sumsel menggunakan satu pesawat jenis CASA 212-200 milik TNI Angkatan Udara. Hujan dipicu dengan menaburkan pemicu hujan berupa bubuk garam (NaCl) dengan butiran sangat halus pada awan hujan.

Pengamatan cuaca dan kondisi awan dipantau di tiga pos meteorologi, yaitu di Sekayu, Kayu Agung, dan Sunagi Baung. Program hujan buatan diturunkan di lima provinsi yang mengalami gangguan kabut asap yaitu Riau, Jambi, Sumsel, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. 


Penulis: Irene Sarwindaningrum
Editor : Robert Adhi Ksp