Rabu, 30 Juli 2014

News / Megapolitan

2 Oknum TNI Terlibat Perampokan Menteng

Minggu, 7 Oktober 2012 | 15:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Dua oknum TNI dan komplotannya yang terlibat aksi perampokan bersenjata api menggondol hasil rampokan lebih dari Rp 3 miliar di kediaman seorang pengusaha di Jalan Diponegoro Nomor 7, Jakarta Pusat.

Direktur Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya Toni Hermanto mengatakan, peran kedua oknum TNI itu menakuti korban dengan senjata api milik mereka.

Selanjutnya, komplotan perampok itu membawa lima buah brankas berukuran besar untuk dibongkar di suatu tempat di Depok, Jawa Barat.

"Anggota komplotan yang lain berperan sebagai sopir dan melumpuhkan korban. Brankas dibawa dan dibuka di daerah Depok oleh tersangka yang merupakan oknum TNI," kata Toni saat memberikan keterangan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (7/10/2012).

Saat ini, dua oknum TNI itu telah diserahkan ke kesatuannya untuk menjalani proses lebih lanjut.

"Dua oknum TNI itu adalah GB dan seorang lainnya sudah dipecat. Keduanya sudah kami serahkan ke kesatuan mereka dan anggota komplotan lainnya kami proses di sini," ujar Toni.

Diberitakan sebelumnya, pada 3 Oktober 2012, tim Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya berhasil menangkap semua pelaku perampokan rumah mewah di Menteng, Jakarta Pusat.

GB ditangkap di Bogor, sedangkan para tersangka lainnya ditangkap tak lama sesudahnya. Mereka kini diamankan di Polda Metro Jaya.

Sampai berita ini diturunkan, Polda Metro Jaya telah menangkap tujuh pelaku yang diduga kuat terlibat dalam aksi tersebut. Mereka merampok di kediaman Bahrum Karim di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (23/9/2012) pukul 08.30 WIB.

Modus yang dilakukan dengan mendekati pembantu di rumah korban. Aksi baru dilaksanakan setelah semua informasi yang diperlukan berhasil dihimpun.

Dalam aksinya, para pelaku menggasak lima buah brankas yang berisi perhiasan emas, uang tunai, dan surat-surat berharga yang ditaksir mencapai lebih dari Rp 3 miliar.


Penulis: Indra Akuntono
Editor : Ervan Hardoko