Rabu, 3 September 2014

News /

TRANSPORTASI

Bulan Ini, Dua Jalur Rel Ganda Manggarai-Cikarang Dibangun

Sabtu, 6 Oktober 2012 | 02:29 WIB

Jakarta, Kompas - Per Oktober 2012, Kementerian Perhubungan mulai membangun proyek double-double track atau dua jalur rel ganda Manggarai-Cikarang (32 kilometer). Prasarana rel tersebut diharapkan dapat meminimalkan kepadatan lalu lintas kereta api sebelum memasuki Jakarta dari arah timur.

”Minggu depan akan ditandatangani kontrak dengan Sumitomo dari Jepang,” kata Direktur Prasarana Kementerian Perhubungan Arief Heryanto, Jumat (5/10), di Jakarta. Pada tahap awal, Sumitomo akan mengerjakan elektrifikasi Bekasi-Cikarang untuk pengoperasian KRL.

Proyek double-double track (DDT) Manggarai-Cikarang akan dibagi dua segmen. Segmen A dari Manggarai ke Bekasi dan Segmen B dari Bekasi ke Cikarang. Segmen A baru ditender lagi pada akhir tahun 2012.

Menurut Arief, pembangunan prasarana menghabiskan waktu 3,5 tahun karena harus membangun di sepanjang jalur kereta api yang masih aktif.

Sementara itu, Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Bambang Susantono mengatakan akan memikirkan langkah untuk percepatan proyek DDT. ”Kami akan cari cara percepatan supaya dapat diselaraskan dengan penyelesaikan pembangunan jalur rel ganda di pantai utara Jawa,” katanya.

Jalur rel ganda, kata Wamenhub, ditargetkan tuntas pada akhir tahun 2013. Saat itu, jumlah perjalanan kereta api dipastikan akan mengalami lonjakan.

Persoalannya, tepat di ruas Manggarai-Cikarang itu, jika tetap hanya jalur ganda (double track), akan terdapat persinggungan perjalanan antara kereta api jarak jauh dengan KRL komuter. Tanpa penambahan prasarana baru, dipastikan terjadi keterlambatan-keterlambatan perjalanan kereta api.

Kebutuhan dana untuk proyek DDT kini mencapai Rp 7 triliun. Sementara komitmen pinjaman dari Pemerintah Jepang sekitar Rp 4 triliun. Kementerian Perhubungan mengusulkan sisa pendanaan didapatkan dari APBN.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Tundjung Inderawan mengatakan, saat ini pekerjaan pembangunan DDT dicicil dengan dana APBN. ”Terutama untuk menjaga trase yang telah dibebaskan lahannya,” ujarnya.

Berdasarkan pengamatan, pekerjaan yang dicicil berupa pembangunan jembatan dan pembangunan badan jalan rel. Sewaktu-waktu pun tinggal dipasang balas (batu kerikil), bantalan rel, dan rel kereta api. Pengerjaan secara bertahap juga untuk mencegah didudukinya kembali badan rel yang sebelumnya ditertibkan dari permukiman liar.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, penumpang kereta api periode Januari-November 2011 tercatat 182,5 juta orang. Rinciannya, sebanyak 111,3 juta orang di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), 66 juta orang di non-Jabodetabek, dan 4,8 juta orang di Sumatera. Jumlah penumpang kereta api ini diperkirakan meningkat tahun 2012 ini.

Pada tahun 2012, menurut pihak PT Kereta Api Commuter Jabodetabek (KCJ), akan terjadi peningkatan jumlah penumpang di Jabodetadek seiring dengan penambahan 24 perjalanan kereta api.

Mulai Februari 2012, PT KCJ juga mengoperasikan sistem tiket elektronik. ”Februari-Maret 2012 di 35 stasiun, April-Juni di 51 stasiun, dan setelah Juni di 53 stasiun. (RYO)


Editor :