Kamis, 24 April 2014

News / Internasional

Pemondokan Jamaah Indonesia di Mekkah Dinilai Memadai

Selasa, 25 September 2012 | 23:45 WIB

Baca juga

 

MEKKAH, KOMPAS.com - Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Mekkah Kementerian Agama RI, Arsyad Hidayat, meninjau salah satu pemondokan haji di wilayah Mahbas Jin, Mekkah.

Lokasi itu, sebagaimana dikutip dari situs haji.kemenag.go.id, Selasa (25/9/2012) ini, letaknya sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram, dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama 30 menit.

"Inilah standar pemondokan jamaah haji Indonesia yang berjumlah 211.000 tahun ini," kata Arsyad, saat memasuki kamar yang berisi lima dan delapan tempat tidur perorangan di gedung berkapasitas 400 sampai 500 orang itu, Senin.
 
Ada juga pemondokan yang kapasitasnya mencapai 2.000, dan tiap kamar dilengkapi alat pendingin udara (air conditioning) dan sebagian juga dilengkapi kipas angin. Cuaca di Arab Saudi, Senin lalu tercatat 42 derajat celsius tertinggi dan 28 derajat celsius terendah.
 
Namun kelembaban udara (humidity) mencapai 33 persen. Efek tingginya kelembaban udara itu, menurut pihak kesehatan haji, dapat menyebabkan bibir dan telapak kaki pecah-pecah. Sebagai perbandingan kelembaban udara Indonesia rata-rata 75 persen.
 
Mekkah akan menerima kunjungan haji pertama direncanakan pada 30 September 2012. Gelombang awal haji Indonesia kelompok terbang (kloter) pertama dilepas Menteri Agama Surya Dharma Ali pada 21 September 2012, diarahkan ke Madinah terlebih dahulu sebelum ke Mekkah.
 
Gelombang akhir haji dari Indonesia akan langsung menuju Makkah, dan setelah ritual haji seperti wukuf di Arafah selesai, rombongan akan melanjutkan perjalanan ke Madinah.

Menjelang wukuf, seluruh jemaah haji, termasuk asal Indonesia, harus sudah berada di Mekkah.
 
Pada puncak pelaksanaan ibadah haji itulah, yang menuntut 400-an petugas haji di bawah koordinasi Arsyad mempersiapkan berbagai kebutuhan, baik pemondokan, kesehatan, transpor, katering, bimbingan ibadah dan keamanan bagi kelancaran penyelenggaraan ibadah tahunan, yang melibatkan sekitar dua juta jiwa dari seluruh dunia itu.
 
Selain Daker (daerah kerja) Mekkah, dua daker yang jumlah personelnya lebih kecil, masing-masing Daker Jeddah dan Daker Madinah, juga dibentuk Kementerian Agama untuk membantu pelayanan rukum Islam ke lima tersebut.

Para petugas di 11 sektor di bawah koordinasi Daker Makkah, kini sedang merampungkan finalisasi jaminan keadaan dalam menyambut kedatangan tamu-tamu Allah tersebut.

 


Penulis: Agus Mulyadi
Editor : Agus Mulyadi