Sabtu, 29 November 2014

News / Regional

Murung Raya

Bupati Larang PT IMK Menambang di Lahan Sengketa

Selasa, 25 September 2012 | 17:15 WIB

PALANGKARAYA, KOMPAS.com -  Bupati Murung Raya, Kalimantan Tengah, Willy M Yoseph, meminta PT Indo Moro Kencana (IMK)-Strait menghentikan penambangan di lahan yang disengketakan. Perusahaan itu boleh menambang di kawasan yang tidak dipersoalkan Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng.

"Penambangan harus distop dulu hingga ada keputusan dan kompromi dengan DAD Kalteng," ujar Willy di Palangkaraya, Selasa (25/9/2012) ini.

Sebelumnya, DAD Kalteng keberatan dengan penambangan emas yang dilakukan IMK, karena dikhawatirkan merusak cagar budaya Puruk Kambang di Murung Raya.

Puruk Kambang adalah situs budaya dan sejarah. Suku Dayak Ot Danum percaya bahwa manusia muncul pertama kalinya di Puruk Kambang. Situs itu diharapkan tidak rusak dan harus dilindungi, meski IMK punya kontrak karya.

"Kami berharap, perbedaan itu tak menjadi konflik berlarut-larut," ujarnya.

Willy meminta, DAD Kalteng dan IMK saling menghargai. Ia khawatir, jika konflik terus berlanjut, benturan antara DAD Kalteng dengan IMK akan terjadi. Perusahaan itu punya legalitas, sehingga berhak menambang namun diminta tidak melakukannya di lahan yang disengketakan.

Lokasi penambangan IMK masih luas sehingga perusahaan itu bisa beraktivitas di tempat lain. "Persoalan itu juga sudah diketahui Pemerintah Provinsi Kalteng," kata Willy.

 


Penulis: Dwi Bayu Radius
Editor : Agus Mulyadi