Bupati Larang PT IMK Menambang di Lahan Sengketa - Kompas.com

Bupati Larang PT IMK Menambang di Lahan Sengketa

Dwi Bayu Radius
Kompas.com - 25/09/2012, 17:15 WIB

PALANGKARAYA, KOMPAS.com -  Bupati Murung Raya, Kalimantan Tengah, Willy M Yoseph, meminta PT Indo Moro Kencana (IMK)-Strait menghentikan penambangan di lahan yang disengketakan. Perusahaan itu boleh menambang di kawasan yang tidak dipersoalkan Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng.

"Penambangan harus distop dulu hingga ada keputusan dan kompromi dengan DAD Kalteng," ujar Willy di Palangkaraya, Selasa (25/9/2012) ini.

Sebelumnya, DAD Kalteng keberatan dengan penambangan emas yang dilakukan IMK, karena dikhawatirkan merusak cagar budaya Puruk Kambang di Murung Raya.

Puruk Kambang adalah situs budaya dan sejarah. Suku Dayak Ot Danum percaya bahwa manusia muncul pertama kalinya di Puruk Kambang. Situs itu diharapkan tidak rusak dan harus dilindungi, meski IMK punya kontrak karya.

"Kami berharap, perbedaan itu tak menjadi konflik berlarut-larut," ujarnya.

Willy meminta, DAD Kalteng dan IMK saling menghargai. Ia khawatir, jika konflik terus berlanjut, benturan antara DAD Kalteng dengan IMK akan terjadi. Perusahaan itu punya legalitas, sehingga berhak menambang namun diminta tidak melakukannya di lahan yang disengketakan.

Lokasi penambangan IMK masih luas sehingga perusahaan itu bisa beraktivitas di tempat lain. "Persoalan itu juga sudah diketahui Pemerintah Provinsi Kalteng," kata Willy.

 

PenulisDwi Bayu Radius
EditorAgus Mulyadi
Komentar
Terkini Lainnya
Penumpang KRL Commuter Line Naik 10 Persen pada Lebaran Tahun Ini
Penumpang KRL Commuter Line Naik 10 Persen pada Lebaran Tahun Ini
Megapolitan
Yogyakarta Bukan Tempat Baru untuk Obama, Ayam Ingkung dan Pohon Jambu Jadi 'Saksi'
Yogyakarta Bukan Tempat Baru untuk Obama, Ayam Ingkung dan Pohon Jambu Jadi "Saksi"
Regional
Ratusan Penumpang Batalkan Keberangkatan dari Stasiun Senen Per Hari
Ratusan Penumpang Batalkan Keberangkatan dari Stasiun Senen Per Hari
Megapolitan
Di Filipina, Lagu Kebangsaan Harus Dinyanyikan secara Bersemangat
Di Filipina, Lagu Kebangsaan Harus Dinyanyikan secara Bersemangat
Internasional
Washington: China Pelaku Perdagangan Manusia Terburuk di Dunia
Washington: China Pelaku Perdagangan Manusia Terburuk di Dunia
Internasional
Sakit Lambung Tak Kunjung Sembuh, Gadis Ini Bunuh Diri
Sakit Lambung Tak Kunjung Sembuh, Gadis Ini Bunuh Diri
Regional
Sekjen Kemenhub Kritik Pelabuhan Tanjung Priok Masih Pakai Tangga Manual
Sekjen Kemenhub Kritik Pelabuhan Tanjung Priok Masih Pakai Tangga Manual
Megapolitan
FPI: Sejak Awal Habib Rizieq Ingin GNPF-MUI Bertemu Jokowi
FPI: Sejak Awal Habib Rizieq Ingin GNPF-MUI Bertemu Jokowi
Nasional
Sebelum Lompat dari Lantai 18 Apartemen, Pria Ini Tulis Surat untuk Putrinya
Sebelum Lompat dari Lantai 18 Apartemen, Pria Ini Tulis Surat untuk Putrinya
Megapolitan
Diawasi, Tarif Tak Wajar Saat Arus Balik, Khususnya Bus
Diawasi, Tarif Tak Wajar Saat Arus Balik, Khususnya Bus
Megapolitan
Bawa Senjata Api, TKW dari Jeddah Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta
Bawa Senjata Api, TKW dari Jeddah Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta
Megapolitan
Baru Isi BBM, Suzuki Carry yang Dimodifikasi Meledak di SPBU
Baru Isi BBM, Suzuki Carry yang Dimodifikasi Meledak di SPBU
Regional
Satu Lagi Pelajar yang Terseret Ombak di Laut Selatan Sukabumi Ditemukan Tewas
Satu Lagi Pelajar yang Terseret Ombak di Laut Selatan Sukabumi Ditemukan Tewas
Regional
Arus Mudik dan Balik Lebaran, Penumpang Kereta Diprediksi Capai 6 Juta Orang
Arus Mudik dan Balik Lebaran, Penumpang Kereta Diprediksi Capai 6 Juta Orang
Regional
Tradisi Balon Udara Dikritik karena Bahayakan Penerbangan, Ini Alasannya
Tradisi Balon Udara Dikritik karena Bahayakan Penerbangan, Ini Alasannya
Regional

Close Ads X