Sabtu, 1 November 2014

News / Regional

PALEMBANG

Curi Kotak Amal, Bocah 15 Tahun Dicambuk

Jumat, 21 September 2012 | 13:59 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com - Wajah Pt (15) babak belur dipukuli petugas keamanan dan kebersihan Masjid Agung Palembang, Rabu sekitar pukul 13.30 WIB lalu. Ia diamuk massa karena tertangkap tangan mencoba mencuri uang yang ada di dalam kotak amal Masjid Agung Palembang.

Oleh petugas keamanan Masjid Agung, Pt yang sudah babak belur digiring ke Mapolresta Palembang dengan wajah lebam. Tidak hanya itu, bagian belakang tubuhnya dipenuhi luka setelah dicambuk dengan menggunakan tali pinggang oleh para petugas Masjid Agung.

"Saya nyuri kotak amal itu atas suruhan dari seorang teman saya. Kalau saya tidak menurut, saya akan ditusuknya dengan pisau," ujar warga Desa Penumbangan Lama, Kecamatan Tulang Bawang, Lampung Selatan, saat dijumpai di Mapolresta Palembang, Kamis (20/9/2012) kemarin.

Pt mengaku tidak punya kerabat di kota Palembang. Sejak dua tahun berkelana di kota pempek ini, dia tidur di jalanan dan mengais rejeki dengan menjadi pengamen. Uang hasil mengamennya pun hanya cukup untuk membeli nasi. Belum lagi, ia masih harus berbagi dengan teman-teman ngamen lainnya..

"Saya diajak ke Palembang oleh teman satu daerah saya. Namun, begitu sampai di sini, saya tidak pernah bertemu dengan dia. Untuk cari makan, saya ngamen," ujar bocah yang enggan pulang kampung karena tidak ingin dipaksa orangtua untuk melanjutkan sekolah.

Saat beraksi, Pt mulanya tidur di lantai tiga Masjid Agung. Saat ia bangun pada pukul 13.00, ia melihat kotak amal di lantai tiga. Merasa tidak ada orang saat itu, Pt tanpa ragu membuka tutup kotak amal dan mengambil uang yang jumlahnya Rp 54.000.

Namun, belum tuntas aksinya, seorang petugas kebersihan mengetahui aksi Pt. Ia berteriak sehingga memancing banyak orang ke lantai tiga Masjid Agung. Tanpa mempertimbangkan Pt yang masih di bawah umur, petugas Masjid Agung 'mengeksekusi' Pt tanpa ampun hingga nekat mencambuk bagian belakang Pt.

Kepala Polresta Palembang, Kombes Pol Sabarudin Ginting, melalui Kasat Reskrim, Kompol Djoko Julianto, membenarkan korban telah ditangkap. Saat ini, korban sudah diamankan untuk dimintai keterangan. "Dia diserahkan oleh petuga Masjid Agung karena tertangkap tangan mencuri uang celengan. Kami masih akan mengorek informasi lebih lanjut dari dirinya," ujar Joko singkat.


Editor : Glori K. Wadrianto
Sumber: