Selasa, 21 Oktober 2014

News / Regional

Kampus UMI Dijaga Polisi, Mahasiswa Diliburkan

Kamis, 20 September 2012 | 19:15 WIB

Terkait

MAKASSAR, KOMPAS.com - Ratusan personel kepolisian dari Polrestabes Makassar dan Polsekta Panakukang melakukan penjagaan di dalam kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI). Penjagaan ini dilakukan untuk mengantisipasi aksi balas dendam atas tewasnya seorang mahasiswa Fakultas Teknik Elektro UMI, Ibrahim alias Ibe saat tawuran yang terjadi pada Kamis (20/9/2012) sore.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel Komisaris Besar (Kombes) Polisi Chevy Achmad Sopari yang dikonfirmasi mengatakan, saat ini polisi sedang mengantisipasi bentrok susulan di dalam kampus maupun di luar kampus. Untuk pengamanan di dalam kampus, ratusan personel dari Polrestabes Makassar dan Polsekta Panakukang disiagakan. Sementara bentrok susulan di luar kampus, seluruh polsekta di Kota Makassar melakukan partroli.

"Untuk pengamanan di UMI, ratusan polisi disiagakan. Sedangkan untuk pengamanan di luar kampus, seluruh polsekta diminta terus melakukan patroli yang dianggap rawan. Selain itu juga, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Makassar tengah menyelidiki siapa pelaku penikaman terhadap korban Ibrahim," tandasnya.

Sementara itu, jenazah korban Ibrahim dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum dan otopsi sebelum dipulangkan ke kampung halamannya di Palopo. Visum dan otopsi ini dilakukan setelah Kepala Polrestabes Makassar Komisaris Besar (Kombes) Polisi Erwin Triwanto meminta jenazah korban diperiksa lebih dulu guna penyidikan lebih lanjut.

"Saya harap jenazah korban divisum dan otopsi dulu sebelum dibawa ke kampungnya di Palopo. Hal ini guna penyidikan lebih lanjut dan guna kelengkapan berkas di persidangan nantinya. Jadi saya harap juga, pihak kampus dan seluruh mahasiswa bisa membantu polisi dalam menjaga keamanan sambil menunggu tertangkapnya pelaku," kata Erwin dengan raut wajah kesal lantaran pejabat bawahannya tidak ada yang melakukan pengamanan di RS Ibnu Sina, Makassar.

Pasca-tawuran antarmahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Elektro melawan Fakultas Teknik Mesin, proses perkuliahan di UMI dihentikan sementara waktu sambil menunggu situasi sudah aman.

"Rencananya, besok kita liburkan mahasiswa untuk sementara," ujar wakil Rektor III UMI Prof Achmad Gani kepada Kompas.com. Achmad Gani menambahkan, pihak rektorat akan bekerjasama dengan aparat kepolisian untuk mengamankan situasi kampus dengan melakukan penggelehakan di seluruh gedung di UMI. Sebab setelah bentrokan terjadi, polisi menemukan banyak senjata tajam yang dibawa mahasiswa dari luar kampus.

"Jadi untuk mengantisipasi semuanya, kita akan melakukan penggeledahan di seluruh ruangan di UMI. Saya kira, masih banyak senjata tajam yang disembunyikan mahasiswa," tambahnya.


Penulis: Kontributor Makassar, Hendra Cipto
Editor : Farid Assifa