Minggu, 26 Oktober 2014

News / Regional

Hindari Amuk Massa, Pemerkosa Siswi SMA Dititip ke Lapas

Kamis, 20 September 2012 | 14:13 WIB

BULUKUMBA, KOMPAS.com - Aparat Polsek Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan terpaksa menitipkan Muha, tersangka perkosaan siswi SMA ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Taccorong, dengan alasan demi keamanan. Langkah yang diambil pihak kepolisian guna mengantisipasi amukan massa dari pihak keluarga korban yang sampai saat ini masih merasa dendam terhadap kelakuan tersangka.

"Meski tidak ada indikasi akan ada amuk warga, namun kita tetap antisipasi peristiwa yang datangnya secara tiba-tiba itu. Sehingga kami mengambil inisiatif untuk mengamankan tersangka dengan menitip di lembaga," jelas Kapolsek Bontobahari AKP Musagani, Kamis (20/9/2012).

Meski demikian, lanjut Musagani, pemeriksaan terhadap tersangka akan tetap dilakukan. Penyidik yang ditugaskan menangani kasus tersebut memeriksa tersangka di lapas. Menyinggung soal kemungkinan kasus tersebut dialihkan ke Unit Perlayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bulukumba, Musagani mengaku tidak akan mengalihkannya. Kasus tersebut akan tetap di tangani Polsek Bontobahari.

"Tetap kami yang tangani. Tersangka kami jerat dengan Pasal 285 tentang pemerkosaan dan UU perlindungan anak. Tapi visumnya belum kami ambil," tegasnya.

Sementara itu, dokter Puskesmas Bontobahari dr Baya yang memeriksa kondisi fisik korban saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, membenarkan terdapat beberapa luka lebam di bagian wajah dan leher korban. Dari hasil pemeriksaan, ada tanda-tanda penganiayaan di bagian kelopak mata kiri dan pipi yang memerah diduga akibat tekanan benda tumpul. Begitupun dengan leher yang mengalami memar dan kemerahan yang juga diduga akibat tekanan benda tumpul.

"Itu saja yang kami temukan, termasuk di bagian paling rahasia. Itu tidak bisa kami sebutkan secara terang-terangan. Saya rasa Anda juga sudah tahu kalau orang diperkosa," jelas dr Baya.

Sementara itu, korban tidak bisa ditemui wartawan. Beberapa rumah kerabatnya yang dikabarkan tempat korban diamankan sementara waktu, juga tidak berhasil ditemukan. Bahkan pihak keluarga terkesan tertutup.

Salah seorang kerabat korban juga mengaku, polisi telah meminta korban untuk tidak bercerita kepada orang lain selain polisi di Polsek Bontobahari menyangkut peristiwa tersebut. "Kami tidak tahu dia (korban) dimana. Kemungkinan sudah diambil orang tuanya. Tapi polisi berpesan pada korban, jangan cerita soal peristiwa yang dialami kepada siapapun," jelas seorang perempuan paruh baya yang diketahui merupakan tante korban.

Sebelumnya, Mawar (nama samaran) mengaku diperkosa oleh Muha yang merupakan kerabat neneknya itu di saat seisi rumah tengah tertidur lelap. Muha beristri dua itu, secara diam-diam masuk ke kamar korban dan langsung menyekapnya hingga korban tidak berdaya.


Penulis: Kontributor Bulukumba, Rini Putri
Editor : Farid Assifa