Peta Kekuatan Foke Versus Jokowi (2) - Kompas.com

Peta Kekuatan Foke Versus Jokowi (2)

Laksono Hari Wiwoho
Kompas.com - 19/09/2012, 02:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta tinggal menyisakan dua calon peserta pada pemungutan suara putaran kedua. Besok, Kamis (20/9/2012), kedua kandidat itu akan saling bertarung memperebutkan takhta Jakarta-1. Siapa paling kuat?

Pada putaran pertama Pilkada DKI Jakarta, 11 Juli 2012, pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama menjadi pemenang di lima wilayah administratif utama Jakarta. Pasangan nomor urut tiga itu hanya kalah di Kabupaten Kepulauan Seribu, meskipun total suara di tempat ini tergolong kecil dibanding wilayah lain.

Secara keseluruhan, duet Jokowi-Basuki meraih 1.847.157 suara. Jumlah itu setara dengan 42,60 persen dari total jumlah suara sah sebanyak 4.336.486 suara. Adapun duet calon gubernur petahana Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli (Foke-Nara) dengan nomor urut 1 berada di peringkat kedua dengan meraih 1.476.648 suara atau 34,05 persen.

Jokowi-Basuki juga dominan dalam perolehan suara di setiap kecamatan. Akan tetapi, Foke-Nara pun menunjukkan "perlawanan sengit" dengan menguasai sejumlah wilayah Ibu Kota.

Berdasarkan hasil rekapitulasi perolehan suara Pilkada DKI Jakarta 2012 putaran pertama dari Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta, pasangan Jokowi-Basuki menguasai lebih dari separuh wilayah DKI Jakarta. Dari 44 kecamatan di enam wilayah Jakarta, Jokowi hanya kalah di 13 kecamatan. Kekalahan paling telak terjadi di dua kecamatan di Kabupaten Kepulauan Seribu.

Akan tetapi, Foke-Nara pun tak dapat menyaingi Jokowi-Basuki di wilayah Jakarta Barat. Dari delapan kecamatan di wilayah itu, Foke sama sekali tak pernah menyalip dukungan warga kepada Jokowi. Dus, Jakbar bisa dikatakan merupakan basis kekuatan Jokowi-Basuki karena pasangan itu menang di semua kecamatan di tempat tersebut.

Infografis dalam artikel ini menunjukkan peta kekuatan kedua calon peserta Pilkada DKI Jakarta itu berdasarkan perolehan suara pada putaran pertama. Pada gambar di atas ditampilkan perbandingan perolehan suara kedua pasangan dalam rupa grafik batang per kecamatan. Area dengan warna putih menunjukkan selisih persentase yang sangat kecil di antara kedua kandidat (di bawah 1 persen). Hasil suara di Kepulauan Seribu tidak ditampilkan pada peta karena terlalu kecil digambarkan sesuai proporsinya. Untuk melihat hasil perolehan suara secara keseluruhan, silakan melihat grafik di bawah ini.

Kecamatan Cengkareng di Jakarta Barat merupakan lumbung suara terbesar bagi Jokowi-Basuki. Di sini, mereka meraih 101.023 suara. Namun, jika dibandingkan dengan Foke-Nara, kekuatan terbesar Jokowi-Basuki justru tampak di Kecamatan Grogol Petamburan. Di kecamatan tersebut, Jokowi-Basuki meraih lebih dari 60 persen suara, sedangkan Foke-Nara hampir 25 persen. Data selengkapnya dapat dibaca dari grafik di bawah ini.

 

Beralih ke Jakarta Timur, di sini Foke-Nara nyaris kalah di semua kecamatan. Foke-Nara lebih kuat di Kecamatan Cipayung dengan selisih suara sekitar 1.200 dan menang sangat tipis di Kramat Jati. Perolehan suara terbesar Foke di putaran pertama sebetulnya ada di Cakung (76.986 suara), tetapi jumlahnya sedikit di bawah Jokowi (78.842 suara). Persaingan paling ketat terjadi di Jatinegara. Selebihnya dimenangi oleh Jokowi-Basuki dengan selisih suara cukup signifikan, terutama di Pasar Rebo. Data selengkapnya dapat dibaca dari grafik di bawah ini.

 

Jakarta Pusat merupakan medan persaingan paling sengit bagi kedua kandidat. Dari delapan kecamatan di lokasi tersebut, peta kekuatan Foke tampak di tiga kecamatan. Foke tak tertandingi oleh Jokowi di Menteng, di mana Foke menjadi tuan rumah di lokasi tersebut. Foke juga unggul di Johar Baru serta unggul tipis di Tanah Abang. Data selengkapnya dapat dibaca dari grafik di bawah ini.

 

Jakarta Utara juga merupakan lumbung terbesar bagi Jokowi-Basuki, setelah Jakarta Barat. Dari enam kecamatan di wilayah ini, pasangan ini hanya menyerah di Kecamatan Cilincing. Persaingan tidak imbang terjadi di Kelapa Gading di mana selisih persentase Jokowi dan Foke hampir mencapai 37 persen. Namun, jarak paling besar terjadi di Penjaringan, di mana Jokowi unggul 40.990 suara dibanding pesaingnya. Data selengkapnya dapat dibaca dari grafik di bawah ini.

 

Perlawanan Foke-Nara juga tampak sengit di Jakarta Selatan. Di sini mereka meraih kemenangan di Kecamatan Jagakarsa, Tebet, Pancoran, Mampang Prapatan, dan Setiabudi. Meski demikian, kemenangan itu maksimal berselisih 5.000 suara di masing-masing kecamatan, tak cukup besar untuk menandingi kekalahan di kecamatan lain. Data selengkapnya dapat dibaca dari grafik di bawah ini.

 

Foke-Nara berkuasa atas Kepulauan Seribu. Mereka mendapatkan suara lebih dari 50 persen di dua kecamatan di wilayah tersebut. Adapun Jokowi-Basuki secara total hanya mendapat 1.300-an suara di tempat ini. Data selengkapnya dapat dibaca dari grafik di bawah ini.

 

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisLaksono Hari Wiwoho
    EditorLaksono Hari W
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Lihat Helmi Sang Pembunuh Dokter Lety, Keluarga Masih Histeris

    Lihat Helmi Sang Pembunuh Dokter Lety, Keluarga Masih Histeris

    Megapolitan
    Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Tangkap Penjual Mobil 'Bodong'

    Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Tangkap Penjual Mobil "Bodong"

    Megapolitan
    Berburu Barang Murah di Matahari Taman Anggrek Sebelum Ditutup

    Berburu Barang Murah di Matahari Taman Anggrek Sebelum Ditutup

    Megapolitan
    Panglima TNI Apresiasi Kemenangan Prajurit AD di Ajang AARM ke-27 Singapura

    Panglima TNI Apresiasi Kemenangan Prajurit AD di Ajang AARM ke-27 Singapura

    Nasional
    Kendal Diguyur Hujan Semalaman, Halaman Kantor Bupati Terendam Banjir

    Kendal Diguyur Hujan Semalaman, Halaman Kantor Bupati Terendam Banjir

    Regional
    Penjelasan Sekretariat DPRD DKI soal Anggaran Kunker untuk 7.752 Orang

    Penjelasan Sekretariat DPRD DKI soal Anggaran Kunker untuk 7.752 Orang

    Megapolitan
    Setelah 70 Tahun, Kakek 102 Tahun dari Era Nazi Bertemu Keponakannya

    Setelah 70 Tahun, Kakek 102 Tahun dari Era Nazi Bertemu Keponakannya

    Internasional
    Dandang Berusia 500 Tahun Dikeluarkan untuk Rangkaian Upacara Sekaten

    Dandang Berusia 500 Tahun Dikeluarkan untuk Rangkaian Upacara Sekaten

    Regional
    Malaysia Bebas 'Jerebu', PM Najib Berterima Kasih ke Jokowi

    Malaysia Bebas "Jerebu", PM Najib Berterima Kasih ke Jokowi

    Nasional
    Info Lowongan Kerja PT Transjakarta Dipastikan 'Hoax'

    Info Lowongan Kerja PT Transjakarta Dipastikan "Hoax"

    Megapolitan
    Panglima TNI: Mantan KSAU akan Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Heli AW 101

    Panglima TNI: Mantan KSAU akan Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Heli AW 101

    Nasional
    Israel Hancurkan Rumah Impian Sebuah Keluarga Palestina di Yerusalem

    Israel Hancurkan Rumah Impian Sebuah Keluarga Palestina di Yerusalem

    Internasional
    Tak Bisa Berdagang di Trotoar, Pedagang Ini Mengadu ke Anies

    Tak Bisa Berdagang di Trotoar, Pedagang Ini Mengadu ke Anies

    Megapolitan
    Keresahan Pedagang Lokbin Taman Kota Intan yang Ditanggapi Pemprov DKI

    Keresahan Pedagang Lokbin Taman Kota Intan yang Ditanggapi Pemprov DKI

    Megapolitan
    Penyelidikan Belum Berhenti, Polisi Tunggu Hasil MKD Terkait Kasus Viktor Laiskodat

    Penyelidikan Belum Berhenti, Polisi Tunggu Hasil MKD Terkait Kasus Viktor Laiskodat

    Nasional

    Close Ads X
    Close [X]
    Radio Live Streaming
    Sonora FM • Motion FM • Smart FM