Sabtu, 23 Agustus 2014

News / Megapolitan

Peta Kekuatan Foke Versus Jokowi (2)

Rabu, 19 September 2012 | 02:37 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta tinggal menyisakan dua calon peserta pada pemungutan suara putaran kedua. Besok, Kamis (20/9/2012), kedua kandidat itu akan saling bertarung memperebutkan takhta Jakarta-1. Siapa paling kuat?

Pada putaran pertama Pilkada DKI Jakarta, 11 Juli 2012, pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama menjadi pemenang di lima wilayah administratif utama Jakarta. Pasangan nomor urut tiga itu hanya kalah di Kabupaten Kepulauan Seribu, meskipun total suara di tempat ini tergolong kecil dibanding wilayah lain.

Secara keseluruhan, duet Jokowi-Basuki meraih 1.847.157 suara. Jumlah itu setara dengan 42,60 persen dari total jumlah suara sah sebanyak 4.336.486 suara. Adapun duet calon gubernur petahana Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli (Foke-Nara) dengan nomor urut 1 berada di peringkat kedua dengan meraih 1.476.648 suara atau 34,05 persen.

Jokowi-Basuki juga dominan dalam perolehan suara di setiap kecamatan. Akan tetapi, Foke-Nara pun menunjukkan "perlawanan sengit" dengan menguasai sejumlah wilayah Ibu Kota.

Berdasarkan hasil rekapitulasi perolehan suara Pilkada DKI Jakarta 2012 putaran pertama dari Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta, pasangan Jokowi-Basuki menguasai lebih dari separuh wilayah DKI Jakarta. Dari 44 kecamatan di enam wilayah Jakarta, Jokowi hanya kalah di 13 kecamatan. Kekalahan paling telak terjadi di dua kecamatan di Kabupaten Kepulauan Seribu.

Akan tetapi, Foke-Nara pun tak dapat menyaingi Jokowi-Basuki di wilayah Jakarta Barat. Dari delapan kecamatan di wilayah itu, Foke sama sekali tak pernah menyalip dukungan warga kepada Jokowi. Dus, Jakbar bisa dikatakan merupakan basis kekuatan Jokowi-Basuki karena pasangan itu menang di semua kecamatan di tempat tersebut.

Infografis dalam artikel ini menunjukkan peta kekuatan kedua calon peserta Pilkada DKI Jakarta itu berdasarkan perolehan suara pada putaran pertama. Pada gambar di atas ditampilkan perbandingan perolehan suara kedua pasangan dalam rupa grafik batang per kecamatan. Area dengan warna putih menunjukkan selisih persentase yang sangat kecil di antara kedua kandidat (di bawah 1 persen). Hasil suara di Kepulauan Seribu tidak ditampilkan pada peta karena terlalu kecil digambarkan sesuai proporsinya. Untuk melihat hasil perolehan suara secara keseluruhan, silakan melihat grafik di bawah ini.

Kecamatan Cengkareng di Jakarta Barat merupakan lumbung suara terbesar bagi Jokowi-Basuki. Di sini, mereka meraih 101.023 suara. Namun, jika dibandingkan dengan Foke-Nara, kekuatan terbesar Jokowi-Basuki justru tampak di Kecamatan Grogol Petamburan. Di kecamatan tersebut, Jokowi-Basuki meraih lebih dari 60 persen suara, sedangkan Foke-Nara hampir 25 persen. Data selengkapnya dapat dibaca dari grafik di bawah ini.

 

Beralih ke Jakarta Timur, di sini Foke-Nara nyaris kalah di semua kecamatan. Foke-Nara lebih kuat di Kecamatan Cipayung dengan selisih suara sekitar 1.200 dan menang sangat tipis di Kramat Jati. Perolehan suara terbesar Foke di putaran pertama sebetulnya ada di Cakung (76.986 suara), tetapi jumlahnya sedikit di bawah Jokowi (78.842 suara). Persaingan paling ketat terjadi di Jatinegara. Selebihnya dimenangi oleh Jokowi-Basuki dengan selisih suara cukup signifikan, terutama di Pasar Rebo. Data selengkapnya dapat dibaca dari grafik di bawah ini.

 

Jakarta Pusat merupakan medan persaingan paling sengit bagi kedua kandidat. Dari delapan kecamatan di lokasi tersebut, peta kekuatan Foke tampak di tiga kecamatan. Foke tak tertandingi oleh Jokowi di Menteng, di mana Foke menjadi tuan rumah di lokasi tersebut. Foke juga unggul di Johar Baru serta unggul tipis di Tanah Abang. Data selengkapnya dapat dibaca dari grafik di bawah ini.

 

Jakarta Utara juga merupakan lumbung terbesar bagi Jokowi-Basuki, setelah Jakarta Barat. Dari enam kecamatan di wilayah ini, pasangan ini hanya menyerah di Kecamatan Cilincing. Persaingan tidak imbang terjadi di Kelapa Gading di mana selisih persentase Jokowi dan Foke hampir mencapai 37 persen. Namun, jarak paling besar terjadi di Penjaringan, di mana Jokowi unggul 40.990 suara dibanding pesaingnya. Data selengkapnya dapat dibaca dari grafik di bawah ini.

 

Perlawanan Foke-Nara juga tampak sengit di Jakarta Selatan. Di sini mereka meraih kemenangan di Kecamatan Jagakarsa, Tebet, Pancoran, Mampang Prapatan, dan Setiabudi. Meski demikian, kemenangan itu maksimal berselisih 5.000 suara di masing-masing kecamatan, tak cukup besar untuk menandingi kekalahan di kecamatan lain. Data selengkapnya dapat dibaca dari grafik di bawah ini.

 

Foke-Nara berkuasa atas Kepulauan Seribu. Mereka mendapatkan suara lebih dari 50 persen di dua kecamatan di wilayah tersebut. Adapun Jokowi-Basuki secara total hanya mendapat 1.300-an suara di tempat ini. Data selengkapnya dapat dibaca dari grafik di bawah ini.

 

Penulis: Laksono Hari Wiwoho
Editor : Laksono Hari W