Sabtu, 26 Juli 2014

News / Regional

Sudah Sepekan Siswa SMA Wonomulyo Mogok Belajar

Senin, 17 September 2012 | 23:22 WIB

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Aksi mogok belajar siswa di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, karena memprotes kinerja kepala sekolah mereka yang dinilai buruk hingga prestasi belajar di sekolahnya anjlok sejak tiga tahun terakhir, hingga Senin (17/9/2012) terus berlanjut. Mediasi antara siswa, pihak sekolah dan UPTD gagal membuahkan hasil, karena
para siswa menyatakan akan terus menggelar aksi mogok belajar sampai kepala sekolah mereka digantikan.

Sejak pekan lalu, para siswa yang menggelar aksi mogok belajar, telah menyegel seluruh ruangan belajar dengan kursi dan meja, sementara kursi-kursi di ruang kelas diobrak-abrik. Mereka mengarak spanduk dan poster berisi kecaman dan tuntutan agar kepala sekolah segera dicopot dari jabatannya.

Ratusan siswa-siswi SMAN 1 Wonomulyo Polewali Mandar ini terus menggencarkan aksi protes terhadap melorotnya prestasi di sekolah mereka sejak tiga tahu terakhir. Seperti sebelumnya para siswa berkumpul dan berorasi secara bergantian di halaman sekolah.

Akibatnya aktivitas belajar mengajar di SMAN itu sejak sepekan terakhir hanya diwarnai aksi mogok lantaran para siswa tidak puas dengan kepemimpinan kepala sekolah mereka, Muhammad Ruslan. Para siswa mengaku sejak kepemimpinan Ruslan tidak satupun kegiatan ekstrakurikuler yang serius digalakkan sebagai bentuk pembinaan terhadap siswa. Bahkan nilai ujian nasional siswa-siswi sekolah dari tahun ketahun terus menurun.

Banyaknya konflik internal guru dan kepala sekolah sejak kepemimpinan Ruslan dinilai para siswa berdampak pada prestasi siswa dan sekolah mereka di tengah persaingan prestasi dengan siswa dari sekolah lain.

"Kami akan terus menggelar aksi unjuk rasa sampai tuntutan kami dipenuhi. Kami tak ingin jadi korban dan prestasi di sekolah kami terus memburuk apalagi kami akan menghadapi ujian," ujar Ani, siswi SMAN itu.

Meski jadi sasaran aksi protes para siswa, kepala sekolah tak bersedia memberi keterangan atau penjelasan kepada para siswa atas tuntutan mereka. Tim pengawas tingkat SMA dari dinas pendidikan kabupaten Polewali Mandar yang menggelar pertemuan dengan perwakilan siswa dan para guru gagal membuahkan kesepakatan.

Ratusan siswa-siswi SMAN itu mengancam akan terus melakukan aksi mogok belajar hingga kepala sekolah mereka yang dinilai kurang berbobot dalam memimpin sekolahnyanya diganti dengan kepala sekolah yang lebih berbobot dan berkualitas, agar pretasi belajar di sekolah mereka lebih meningkat.


Penulis: Kontributor Polewali, Junaedi
Editor : Aloysius Gonsaga Angi Ebo