Jumat, 19 Desember 2014

News / Regional

Gunung Gamalama Meletus

Jarak Pandang di Ternate Hanya 5 Meter

Minggu, 16 September 2012 | 18:58 WIB

TERNATE, KOMPAS.com - Letusan Gunung Gamala di Ternate, Maluku Utara, mengakibatkan Kota Ternate mulai dari utara hingga selatan tertutup debu vulkanik. Pemerintah Kota Ternate mengimbau kepada warga agar tidak terlalu panik dan tetap siaga mengantisipasi hal-hal yang tidak dinginkan.

Kepala Bagian Humas Pemkot Ternate, Thamrin Marsaoly, Minggu (16/9/2012) mengatakan, akibat letusan Gunung Gamalam pada 14.15 WIT, seluruh isi kota ditutupi abu gunung berupa material vulkanik yang disemburkan dari kawah Gamalama. "Mulai dari selatan sampai utara, semuanya tertutup debu. Jarak pandangnya hanya 5 meter," kata Thamrin.

Ia menambahkan, hingga sore ini debu Gamalama sudah mulai berkurang. Sejauh ini belum ada warga yang mengungsi atas kejadian tersebut. Namun, Pemkot Ternate telah menyiapkan beberapa lokasi pengungsian jika sewaktu-waktu diperlukan untuk menampung warga. Ada lima titik yang disiapkan Pemkot Ternate, yakni eks gedung kantor Gubernur Maluku, aula SMK Negeri 2, Gedung SKB, mess Persiter, dan kantor Wali Kota Ternate.

Sejak siang tadi, Pemkot Ternate telah menetapkan tanggap darurat hingga akhir bulan ini. "Tadi kita sudah tetapkan tanggap darurat, yaitu dari tanggal 16-30 September," kata Thamrin.

Hujan debu akibat letusan itu juga dirasakan oleh sebagian warga di Kota Tidore Kepulauan. Arah angin yang condong ke selatan dan timur dari kawah Gamalama membuat warga Kota Tidore Kepulauan tepatnya di Tidore Utara juga merasakan debu vulkanik yang disemburkan gunung tersebut. Warga Tidore merasa resah dengan hujan debu yang terjadi sekitar 1 jam lebih.

"Sekarang memang sudah tidak lagi, tapi siang tadi itu abu banyak sekali gara-gara Gunung Gamalama meletus," kata Siti Sarah (41), warga desa Jaya Kecamatan Tidore Utara Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Minggu (16/9/2012).

Pulau Tidore dan Pulau Ternate saling berhadapan dengan Pulau Maitara yang berada di tengahnya. Setiap kali Gunung Gamalama meletus, warga di Pulau Tidore, khususnya di bagian utara, selalu saja terkena dampak hujan debu.


Penulis: Kontributor Halmahera, Anton Abdul Karim
Editor : Laksono Hari W