Sabtu, 20 September 2014

News / Regional

Niru Jokowi, Garudana Pakai Kemeja "Kotak-kotak"

Kamis, 13 September 2012 | 18:43 WIB

Terkait

MAKASSAR, KOMPAS.com - Salah satu pasangan bakal calon (balon) Gubernur Sulsel Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir Pasinringi mendaftar ke kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sulawesi Selatan di Jalan AP Pettarani, Kamis (13/9/2012) sekitar pukul 15.30 Wita. Pasangan yang dikenal Garudana ini mendatangi KPUD dengan berjalan kaki dan dikawal ketat aparat kepolisian.

Pasangan Garudana ini mendatangi KPU dengan berjalan kaki dan mengenakan kemeja kotak-kotak seperti pasangan calon Gubernur DKI Jakarta, Jokowi-Ahok. Rombongan pengantar pasangan ini juga mengenakan kemeja kotak-kotak.

Ketua Umum Partai Gerinda Prabowo Subianto yang dijadwal akan mengawal pencalonan Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir Pasinringi ini batal hadir. Pasangan balon gubernur ini hanya didampingi anggota Dewan Pembina Partai Gerindra.

Rombongan pasangan balon Gebernur Garudana langsung diterima Ketua KPUD Sulsel Jayadi Nas dan anggotanya serta anggota Panwaslu. Garudana pun langsung menyerahkan berkas pencalonan balon Gubernur Sulsel.

Dalam berkas pencalonan, Garudana dari Partai Gerindra ini mengklaim diusung 19 partai dengan presentase perolehan suara 15,92 persen. Partai pengusung Garudana antara lain Partai Perjuangan Indonesia Baru, Partai Pemuda Indonesia, Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Kedaulatan, Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia, Partai Indonesia Sejahtera, Partai Merdeka, Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia, Partai Buruh, Partai Persatuan Nahdatul Ummah Indonesia, dan Partai Matahari Bangsa.

Selanjutnya Partai Peduli Rakyat Nasional, Partai Kasih Demokrasi Indonesia, Partai Penegak Demokrasi Indonesia, Partai Demokrasi Pembaruan, Partai Barisan Nasional, Partai Nasional, Indonesia Marhaenisme, Partai Pelopor, dan Partai Persatuan Daerah.

Jayadi Nas saat menerima berkas balon Gubernur Sulsel menyatakan, pencalonan Garudana sudah memenuhi syarat. Namun KPUD Sulsel tetap akan verifikasi data berkas Garudana. Nantinya, KPUD akan menetapkan calon Gubernur Sulsel setelah verifikasi dilakukan.

"Ini baru bakal calon. Berkasnya sudah memenuhi syarat, namun akan diverifikasi oleh KPUD Sulsel. Termasuk daftar partai pengusung akan diverifikasi ke DPP-nya, apa benar atau tidak mengusung Garudana. Saat verifikasi nanti, Kementerian Hukum dan HAM ikut serta," katanya.

Setelah mendaftarkan diri sebagai balon Gubernur Sulsel, Garudana didampingi Permadi memberikan penjelasan kepada media dan pendukungnya di Kantor KPU Sulsel. Menurut Rudiyanto, Garudana akan menjadikan Pilgub Jakarta sebagai tolak ukur.

"Garudana bisa membalikkan fakta. Buktinya, selama ini digembar-gemborkan hanya ada dua pasangan calon. Tapi buktinya, Garudana bisa meramaikan Pilgub Sulsel. Saya minta media juga tetap independen, karena selama ini diberitakan selalu hanya dua pasangan calon," katanya.

Rudiyanto juga mengklaim dirinya tidak pernah kalah. Menurutnya, dia juga menjadi pelopor pendidikan gratis dan kesehatan gratis di Indonesia terutama di Sulsel.

"Saya tidak pernah kalah dalam bersaing. Buktinya saya juga pelopor pendidikan gratis dan kesehatan gratis di Indonesia, terutama di Sulsel. Karena saya sudah melaksanakannya di Sinjai. Begitu juga Andi Nawir, bisa menyejahterakan masyakat di Kabupaten Pinrang," aku bupati Sinjai ini.


Penulis: Kontributor Makassar, Hendra Cipto
Editor : Farid Assifa