Rabu, 24 September 2014

News / Regional

Harapan Pria Bertubuh Mini Itu Akhirnya Terwujud

Rabu, 12 September 2012 | 20:51 WIB

KEFAMENANU, KOMPAS.com — Kisah Frengki Robianus Nailiu (24 tahun), si tukang ojek bertubuh mini asal Kelurahan Bitefa, Kecamatan Miomafo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, ternyata menyentuh hati pembaca Kompas.com.

Frengki pun mendapat sumbangan dari sejumlah pembaca Kompas.com yang berasal dari Jakarta. Total bantuan yang diberikan untuk pria bertubuh mini ini sebesar Rp 2.500.000.

Saat menerima uang tersebut, Frengki sempat meneteskan air matanya karena tak percaya kalau masih ada orang yang peduli terhadap dirinya.

"Terima kasih buat para penyumbang pembaca Kompas.com. Semoga Tuhan membalas semua kebaikan mereka, dan uang pemberian dari para pembaca setia Kompas.com itu akan saya gunakan untuk membuka usaha ayam potong," ucap Frengki.

Menurut Frengki, selama ini dia memiliki harapan ingin membuka usaha kecil-kecilan di rumah, tetapi selalu terbentur dengan modal. Kini, dengan adanya uang sumbangan dari pembaca Kompas.com, harapan Frengki bisa terwujud. Dia menyatakan ingin membuka usaha demi memenuhi kebutuhan hidupnya, tanpa membebani orang lain.

Dia menilai, usaha ayam potong lebih cocok baginya dibanding menjadi tukang ojek. Selain itu, di kampungnya, penjual ayam potong belum terlalu menjamur sehingga dia yakin kalau bisnisnya akan menguntungkan.

Diberitakan sebelumnya, Frengki Robianus Nailiu memiliki postur tubuh pendek. Warga Kelurahan Bitefa, Kecamatan Miomafo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, itu hanya memiliki tinggi badan 130 cm di usianya yang sudah menginjak 24 tahun.

Namun, semangatnya untuk mandiri patut diteladani. Frengki pun memilih profesi sebagai tukang ojek untuk memenuhi kebutuhan hidup, meski risikonya tinggi.

Anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Yakobus Nailiu dan alm Yasinta Tael ini sudah menggeluti profesi tukang ojek sejak tahun 2011. Meski awalnya ditentang keras oleh keluarga karena kondisi badannya, Frengki tetap menjalani profesi itu.

 


Penulis: Kontributor Timor Barat, Sigiranus Marutho Bere
Editor : Farid Assifa