Ikan yang Mengejutkan Nelayan Itu Jenis Duyung - Kompas.com

Ikan yang Mengejutkan Nelayan Itu Jenis Duyung

Kompas.com - 11/09/2012, 21:34 WIB

BULUKUMBA, KOMPAS.com — Dinas Kelauatan dan Perikanan (DKP) Bulukumba memastikan ikan yang sebelumnya diduga berbahaya oleh para nelayan di Kecamatan Ujungloe, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, karena ukurannya yang besar, adalah jenis duyung alias dugong. Mamalia laut tersebut tidak berbahaya bagi manusia.

Kepala Bidang Penangkapan DKP Bulukumba Muh Arsyad yang turun bersama beberapa stafnya memeriksa jenis ikan berukuran besar tersebut di Paranyelling, Selasa (11/9/2012). Ia mengatakan, ikan tersebut adalah jenis duyung. Jumlahnya diperkirakan lebih dari lima ekor. Ukurannya pun bervariasi, bahkan ada yang hingga 5 meter.

"Kami sudah melihat langsung bersama nelayan, ikan tersebut dipastikan duyung. Memang ukurannya cukup besar, ada dua ekor tadi yang kami lihat, dan yang lainnya hanya di bawah air," urainya.

Dia menyampaikan bahwa ikan jenis tersebut tidak berbahaya dan termasuk jenis ikan yang masuk dalam daftar perlindungan populasi. Artinya, ikan tersebut dilindungi di mana pun ia berada. Bahkan, tidak hanya dilindungi secara nasional, tetapi juga skala internasional. Untuk itu, dia berharap nelayan tidak mengganggu ataupun melukai, apalagi membunuh ikan tersebut.

"Duyung masuk perlindungan populasi internasional, jadi tidak boleh diganggu. Habitat dan populasinya harus dijaga. Nelayan tidak perlu takut. Jenis ini tidak berbahaya karena herbivora (pemakan tumbuhan). Malah cenderung bersifat seperti ikan lumba-lumba yang ingin mengajak bermain, bukan menyakiti," ungkap Arsyad seusai meninjau lokasi ikan tersebut.

Berdasarkan observasi yang dilakukan, perairan Paranyelling memang merupakan habitat duyung, mengingat di perairan itu banyak terdapat padang rumput pasir (lamun) yang tumbuh di dasar laut. Terlebih lagi menurut warga setempat, keberadaan duyung telah ada sejak dahulu, jauh sebelum nelayan ataupun warga setempat menggeluti rumput laut.

"Memang sudah lama di situ, cuma sekarang karena banyaknya perahu bermesin yang beraktivitas di lokasi habitatnya, dan kemungkinan merasa terganggu, jadi ikan ini juga ingin memperlihatkan kepada nelayan bahwa mereka ada dan merasa terganggu oleh mesin perahu," tambah Arsyad.

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1999 tentang Konservasi Flora dan Fauna telah menetapkan duyung sebagai hewan yang dilindungi. Mengingat kondisi populasi duyung yang semakin menyusut dan kini telah berada di ambang kepunahan, maka ikan ini harus dilestarikan.


EditorFarid Assifa
Komentar

Terkini Lainnya

Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

Megapolitan
Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal  Win Long BH 2998

Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal Win Long BH 2998

Regional
Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

Regional
'Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres'

"Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres"

Nasional
India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

Internasional
Indonesia Mini di 'Kampus Toleransi' Salatiga

Indonesia Mini di "Kampus Toleransi" Salatiga

Regional
Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

Regional
Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

Megapolitan
Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

Internasional
Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

Regional
Gelar 'Gala Dinner' di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

Gelar "Gala Dinner" di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

Megapolitan
Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

Regional
Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

Regional
Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

Regional
Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

Regional

Close Ads X