Jumat, 28 November 2014

News / Regional

Kemarau, Lapas Kedungpane Krisis Air Bersih

Kamis, 6 September 2012 | 17:50 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Musim kemarau yang cukup panjang ini membuat kewalahan pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kedungpane, Semarang dalam menyediakan air bersih. Sebab debit air dari sumur artesis yang ada di LP tersebut tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan para tahanan dan narapidana (napi).

Kepala Kesatuan Keamanan Lapas Kedungpane Semarang Wahyu Prasetyo mengatakan, pihaknya harus berhemat dalam menggunakan air. Di Lapas tersebut terdapat 3 sumur artesis untuk menyediakan air bersih, namun tidak mampu mencukupi kebutuhan warga binaan yang mencapai 1.117 orang.

"Yang terpenting kebutuhan makan dan minum untuk dapur dulu yang diamankan, dan semuanya juga diminta untuk berhemat dalam menggunakan air," ujarnya saat ditemui di kantornya, Kamis (6/9/2012).

Ia mengatakan untuk menutupi kekurangan air tersebut pihaknya mendatangkan air tangki. Setiap hari, terdapat 4 tangki air yang dipasok untuk kebutuhan Lapas. Idealnya, air tersebut untuk memenuhi kebutuhan penghuni Lapas sesuai kapasitas yakni sebanyak 530 orang. Sedangkan beberapa tahun terakhir tidak ada penambahan sumur, sementara penghuni Lapas terus bertambah dan kini sudah melebihi kapasitas yang ada.

Terkait hal itu, Wahyu mengatakan pihak Lapas secara resmi sudah mengajukan proposal ke Wali Kota Semarang dan Dinas PSDA dan ESDM untuk penambahan sumur artesis guna mencukupi kebutuhan air.

"Air itu kan menjadi kebutuhan mendasar, jadi kalau tidak terpenuhi, bisa menimbulkan protes dari para penghuninya dan bisa terjadi masalah. Itulah yang kami hindari," jelasnya.

Ia menambahkan, untuk mencegah protes, pihaknya melakukan pendekatan secara personal pada para penghuni Lapas. Sebab petugas jaga yang ada saat ini juga tidak sebanding dengan penghuni. Petugas jaga setiap regunya hanya berjumlah 14 orang, dan dua di antaranya petugas jaga pintu depan.


Penulis: Kontributor Semarang, Puji Utami
Editor : Farid Assifa