Senin, 22 September 2014

News / Regional

Harga Solar Naik, Pemilik SPBU Dilaporkan ke Polisi

Rabu, 5 September 2012 | 14:48 WIB

LUWU TIMUR, KOMPAS.com -- Menjual BBM jenis solar dengan harga Rp 11.300 per liter, salah satu SPBU di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan dilaporkan ke polisi setempat.

Awalnya, salah seorang nelayan Luwu Timur, Aming berniat membeli 2 liter solar untuk mesin perahunya. Namun niat membeli solar dibatalkan karena harga naik jadi Rp 11.300 per liter. Padahal harga solar sebelumnya Rp 4500 liter.

Amin lalu menceritakan hal tersebut ke warga. Sekitar puku 22.30 Wita Selasa (4/09/2012), beberapa orang warga bersama mahasiswa mencoba membeli solar di SPBU Wotu guna memastikan kebenaran kenaikan tarif. Ternyata benar, harga solar menjadi Rp 11.300 per liter. Warga lalu melaporkan pihak SPBU ke Polsek Wotu, polisi yang menerima laporan warga lalu memeriksa kebenaran adanya kenaikan harga. Menurut penjelasan pihak SPBU, kenaikan harga BBM jenis solar berdasarkan surat edaran Menteri ESDM.

"Kami heran kenapa ada kenaikan harga tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, biasanya kenaikan harga BBM diumumkan oleh pemerintah" ungkap Agus Salim, warga yang melaporkan kenaikan harga sola ke Polsek Wotu.

Sementara itu, Kapolres Luwu Timur Ajun Komisaris Besar Polisi Andi Firman mengungkapkan, persoalan ini akan dikoordinasikan dengan Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan untuk diambil langkah selanjutnya.

"Saya telah menurunkan anggota ke lapangan, dan ternyata hanya SPBU Wotu saja yang menaikkan harga. Saat ini kami melakukan koordinasi dengan Dinas Koperindag guna mengecek kebenaran surat edaran menteri tersebut (ESDM, red)," tegas Firman, Rabu (5/9/2012).

Terkait apakah akan diberikan sanksi terhadap pihak SPBU, Andi Firman menyatakan akan ditindak sesuai undang-undang Migas.

Di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, 6 unit SPBU yang ada, selalu saja mengalami antrean kendaraan. Bahkan, pemandangan antrean kendaraan hingga berjam-jam dapat dijumpai setiap hari, terutama menjelang maghrib. Seperti yang terjadi di SPBU Malili. Banyak warga buru-buru membeli BBM karena stok di SPBU hanya bisa bertahan 2 hingga 3 jam saja.

Sementara itu, warga yang tidak sabar mengantri di SPBU, terpaksa membeli bensin eceran yang banyak tersebar di sekitar SPBU dengan harga Rp 6000 hingga 7000 per liter.


Penulis: Kontributor Tana Luwu, Husain
Editor : Farid Assifa