Penembakan Polisi di Solo Teror Terorganisasi - Kompas.com

Penembakan Polisi di Solo Teror Terorganisasi

Dian Maharani
Kompas.com - 31/08/2012, 15:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Penembakan terhadap seorang polisi di Pos Polisi Singosaren, Solo, Jawa Tengah, Kamis (30/8/2012) malam, patut dicurigai sebagai aksi teror yang telah terorganisasi. Pelaku diduga telah mempersiapkan target pos polisi yang diserang.

Dalam peristiwa semalam, seorang anggota Polsek Singosaren bernama Bripka Dwi Data Subekti meninggal dunia akibat luka tembak di bagian dada. Pada saat kejadian, ada beberapa anggota polisi lain yang sedang berjaga dan patroli di luar pos polisi. Pelaku diketahui berjumlah dua orang dan datang menggunakan sepeda motor Suzuki Smash. Pelaku yang menggunakan penutup wajah itu melakukan aksinya dengan cepat.

"Kategori pelaku bukan (pelaku) kejahatan yang biasa. Ini terorganisasi dan kategori perbuatan teror. Ini bukan kejahatan konvensional. Ini sudah mengarah didefinisikan perbuatan teror," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen (Pol) Boy Rafli Amar, Jumat (31/8/2012).

"Perlu kita cermati cara-cara melakukan tindakan pidana. Dilakukan dengan orang-orang punya senjata api dan mobiltas yang tinggi. Peluang tentu semua didasarkan memanfaatkan situasi yang ada. Jadi, kondisi seperti ini di saat kekuatan petugas kita kecil," lanjut Boy.

Aksi penembakan ke arah pos polisi ini menambah panjang daftar penyerangan terhadap polisi di kota tersebut. Dalam sebulan, telah terjadi tiga aksi teror serupa. Sebelumnya, aksi serupa juga terjadi di dua pos pengamanan (pospam) Lebaran di Solo.

Penembakan dan pelemparan granat oleh orang tak dikenal dilakukan secara berturut-turut. Pertama di Pospam Simpang Gemblengan, Jumat (17/8/2012). Hal yang sama kembali terulang di Bundaran Gladak, Jalan Jenderal Sudirman, Sabtu (18/8/2012). Pada kejadian tersebut, dua polisi terluka.

Kepolisian telah mengerahkan tim untuk menyelidiki aksi teror berturut-turut tersebut. Saat ini polisi juga tengah memeriksa 13 saksi untuk dimintai keterangan. "Diinstruksikan untuk waspada dalam langkah preventif dan upaya untuk terus melakukan penegakan hukum," kata Boy.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisDian Maharani
    EditorLaksono Hari W
    Komentar
    Terkini Lainnya
    Penumpang KRL Commuter Line Naik 10 Persen pada Lebaran Tahun Ini
    Penumpang KRL Commuter Line Naik 10 Persen pada Lebaran Tahun Ini
    Megapolitan
    Yogyakarta Bukan Tempat Baru untuk Obama, Ayam Ingkung dan Pohon Jambu Jadi 'Saksi'
    Yogyakarta Bukan Tempat Baru untuk Obama, Ayam Ingkung dan Pohon Jambu Jadi "Saksi"
    Regional
    Ratusan Penumpang Batalkan Keberangkatan dari Stasiun Senen Per Hari
    Ratusan Penumpang Batalkan Keberangkatan dari Stasiun Senen Per Hari
    Megapolitan
    Di Filipina, Lagu Kebangsaan Harus Dinyanyikan secara Bersemangat
    Di Filipina, Lagu Kebangsaan Harus Dinyanyikan secara Bersemangat
    Internasional
    Washington: China Pelaku Perdagangan Manusia Terburuk di Dunia
    Washington: China Pelaku Perdagangan Manusia Terburuk di Dunia
    Internasional
    Sakit Lambung Tak Kunjung Sembuh, Gadis Ini Bunuh Diri
    Sakit Lambung Tak Kunjung Sembuh, Gadis Ini Bunuh Diri
    Regional
    Sekjen Kemenhub Kritik Pelabuhan Tanjung Priok Masih Pakai Tangga Manual
    Sekjen Kemenhub Kritik Pelabuhan Tanjung Priok Masih Pakai Tangga Manual
    Megapolitan
    FPI: Sejak Awal Habib Rizieq Ingin GNPF-MUI Bertemu Jokowi
    FPI: Sejak Awal Habib Rizieq Ingin GNPF-MUI Bertemu Jokowi
    Nasional
    Sebelum Lompat dari Lantai 18 Apartemen, Pria Ini Tulis Surat untuk Putrinya
    Sebelum Lompat dari Lantai 18 Apartemen, Pria Ini Tulis Surat untuk Putrinya
    Megapolitan
    Diawasi, Tarif Tak Wajar Saat Arus Balik, Khususnya Bus
    Diawasi, Tarif Tak Wajar Saat Arus Balik, Khususnya Bus
    Megapolitan
    Bawa Senjata Api, TKW dari Jeddah Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta
    Bawa Senjata Api, TKW dari Jeddah Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta
    Megapolitan
    Baru Isi BBM, Suzuki Carry yang Dimodifikasi Meledak di SPBU
    Baru Isi BBM, Suzuki Carry yang Dimodifikasi Meledak di SPBU
    Regional
    Satu Lagi Pelajar yang Terseret Ombak di Laut Selatan Sukabumi Ditemukan Tewas
    Satu Lagi Pelajar yang Terseret Ombak di Laut Selatan Sukabumi Ditemukan Tewas
    Regional
    Arus Mudik dan Balik Lebaran, Penumpang Kereta Diprediksi Capai 6 Juta Orang
    Arus Mudik dan Balik Lebaran, Penumpang Kereta Diprediksi Capai 6 Juta Orang
    Regional
    Tradisi Balon Udara Dikritik karena Bahayakan Penerbangan, Ini Alasannya
    Tradisi Balon Udara Dikritik karena Bahayakan Penerbangan, Ini Alasannya
    Regional

    Close Ads X