Senin, 22 Desember 2014

News / Regional

Enam Tahanan Isap Sabu di Lapas Watampone

Kamis, 30 Agustus 2012 | 15:59 WIB

BONE, KOMPAS.com -- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang mestinya membina masyarakat yang terlibat kasus kejahatan agar tidak lagi mengulangi perbuatannya, ternyata tak berjalan sebagaimana mestinya.

Seperti yang terjadi di Lapas kelas II B Watampone, Kabupaten Bone Sulawesi Selatan. Sebanyak enam orang tahanan terpaksa kembali berurusan dengan pihak kepolisian lantaran positif menggunakan sabu dari balik jeruji besi.

Hal ini terungkap setelah pihak Lapas tengah melakukan razia di tiap sel untuk mengincar telepon seluler milik warga Lapas. Namun bukannya menjaring telepon seluler, petugas malah menemukan alat isap sabu di kamar 20 blok B yang dihuni oleh 20 tahanan, Kamis, (30/8/2012).

Setelah diinterogasi, para tahanan tidak ada yang mengakui perbuatannya hingga akhirnya pihak Lapas melakukan tes urine. Dan hasilnya enam orang positif menggunakan narkoba. Keenamnya masing-masing Syamsul Ramlan, Andi Aidil, Andi Sulolipu, Zainal Abidin, Hasriadi dan Sahiruddin.

"Sabu ini diperkirakan masuk melalui pembesuk saat lebaran Idul Fitri karena pada saat itu kurang lebih 400 pembesuk yang masuk, jadi kita kebobolan," ujar Suprapto, kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapa) Kelas II B watampone.

Atas peristiwa ini, keenam tahanan ini langsung dibawa ke Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Bone untuk dilakukan penyelidikan. Para tahanan ini sebelumnya terjerat kasus pidana umum, bukan kasus Narkoba.

"Kasus ini akan kami tindaklanjuti dan setelah penyelelidikan selesai akan dikembalikan ke Lapas untuk jalani sisa masa tahanan sebelumnya sambil menunggu berkas kasus barunya," jelas AKP Bambang, kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polres Bone.


Penulis: Kontributor Bone, Abdul Haq
Editor : Farid Assifa