Selasa, 2 September 2014

News / Regional

Wisata

Tumbuh, Vila di Daerah Wisata Guci Tegal

Minggu, 26 Agustus 2012 | 08:29 WIB

TEGAL, KOMPAS.com- Obyek wisata pemandian air panas alami Guci di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, sudah tidak lagi perawan. Dibanding 10 tahun silam, wisata Guci telah menjelma sebagai tujuan wisata favorit ketiga terbesar setelah Baturaden (Banyumas), dan Bandungan (Semarang) di Jawa Tengah.

Tak heran seperti disaksikan, Minggu (26/8/2012) pagi ini, seiring perkembangan, tumbuh pula vila-vila dan rumah penginapan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan akan penginapan yang memadai. Di saat akhir pekan, diperkirakan lebih 20.000 pengunjung mengunjungi obyek wisata air panas Guci dalam satu hari kunjungan saja.

Selama ini, partisipasi warga lokal dalam menyewakan rumahnya, terutama di daerah dekat pasar tradisional Guci dan terminal angkutan kota Guci, mulai bergeliat. Rumah-rumah sederhana milik warga, bertahap dibenahi lalu menjelma jadi vila dengan tarif sewa yang bervariasi.

Rumah atau vila dengan dua kamar dipatok sewa Rp 500.000 per malam, untuk vila dengan 3-4 kamar berikut ruang tamu, dapur dan halaman parkir yang mampu menampung 3-4 mobil sewanya Rp 650.000 sampai Rp 800.000 semalam.

Harga sewa kamar makin terjangkau. Rata-rata kamar hotel tarif sewanya antara Rp 480.000 sampai Rp 850.000 semalam. Dengan harga segitu, wisatawan sudah mendapat fasilitas kamar mandi bathup dengan air panas alami, twinbed, makan pagi, seperangkat tehpoci, televisi dengan 7 saluran kanal terpilih serta view kawasan wisata Guci di lereng Gunung Slamet bagi wisatawan yang dapat kamar di lantai dua dan seterusnya.

Untuk wisatawan yang memilih menginap di lokasi dekat kolam renang dan pemandian air mancur 5 tersedia vila dan hotel di Bukit Duta Wisata Guci. Area penginapan yang dibangun pabrik teh asal Kota Tegal, Tong Tjie, itu tarifnya antara Rp 800.000 sampai Rp 2.3 juta.

Semua tarif sewa vila, penginapan, dan hotel naik sekitar 30 persen apabila wisatawan berkunjung di akhir pekan.


Penulis: Winarto Herusansono
Editor : Marcus Suprihadi