Pidato Presiden Cuma Didengar 10 Menit - Kompas.com

Pidato Presiden Cuma Didengar 10 Menit

Kompas.com - 16/08/2012, 14:27 WIB

NGANJUK, KOMPAS.com — Paripurna DPRD Nganjuk di Pendapa Pemerintah Kabupaten Nganjuk untuk mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono tidak kuorum. Bahkan, akibat jumlah anggota DPRD yang hadir hanya 13 anggota dari 50 anggota, Ketua DPRD membebaskan peserta rapat paripurna untuk mengikuti pidato selama 10 menit saja.

Selanjutnya anggota Dewan dipersilakan meninggalkan tempat dan mendengarkan pidato Presiden di rumah masing-masing. "Untuk itu, kami silakan mengikuti pidato 10 menit saja," kata Nurwadi Nurdin dalam paripurna menjelang pidato Presiden RI, Kamis (16/8/2012).

Akibatnya, setelah 10 menit mendengarkan pidato Presiden, semua anggota DPRD Nganjuk langsung bubar dan pulang. Namun, semua pejabat eksekutif di Pemkab Nganjuk tetap berada di tempatnya masing-masing untuk mendengarkan pidato hingga selesai. "Bagi eksekutif, pidato Presiden RI cukup penting, karena di situ Pemerintah mengeluarkan kebijakan penting ke depan," kata Abdul Wakid, Kabag Humas Pemkab Nganjuk, Kamis (16/8/2012).

Mengenai kebijakan Ketua DPRD Nganjuk yang membubarkan diri setelah 10 menit pidato, Abdul Wakid menilai hal itu di luar kewenangan Pemkab Nganjuk. "Karena Dewan sesuai aturan memiliki kewenangan sendiri," jawab Abdul Wakid.

Sedangkan Ketua LSM Masyarakat Peduli Pelayanan Publik (MP3) Nganjuk Cahyo Basuki mengatakan, tingkah laku DPRD Nganjuk tersebut sudah sangat memprihatinkan.

EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Terkini Lainnya

Polisi Berharap Pelarangan Motor di Sudirman Bikin Warga Naik Angkutan Umum

Polisi Berharap Pelarangan Motor di Sudirman Bikin Warga Naik Angkutan Umum

Megapolitan
KY: Kinerja Lembaga Peradilan Kembali Tercoreng

KY: Kinerja Lembaga Peradilan Kembali Tercoreng

Nasional
RUU Terorisme dan Perppu Ormas Dinilai Bentuk Negara Ambil Jalan Pintas

RUU Terorisme dan Perppu Ormas Dinilai Bentuk Negara Ambil Jalan Pintas

Nasional
Bersama Empat Organisasi Keagamaan, Juru Bicara FPI Gugat Perppu Ormas

Bersama Empat Organisasi Keagamaan, Juru Bicara FPI Gugat Perppu Ormas

Nasional
KTI Siapkan Aplikasi Transportasi yang Bisa Bayar Angkot Lewat Ponsel

KTI Siapkan Aplikasi Transportasi yang Bisa Bayar Angkot Lewat Ponsel

Megapolitan
Pelarangan Motor Diperluas, Transjakarta Siapkan 'Feeder' Lewati Jalan Ini

Pelarangan Motor Diperluas, Transjakarta Siapkan "Feeder" Lewati Jalan Ini

Megapolitan
Panik Usai Seruduk Motor, Sopir Fortuner Tabrak 2 Pemotor Lain hingga Tewas

Panik Usai Seruduk Motor, Sopir Fortuner Tabrak 2 Pemotor Lain hingga Tewas

Regional
Pengacara Destiara Bawa Bukti Baru soal Laporannya terhadap Wali Kota Kendari Terpilih

Pengacara Destiara Bawa Bukti Baru soal Laporannya terhadap Wali Kota Kendari Terpilih

Megapolitan
Jusuf Kalla: Tak Mungkin Ada Dua Cagub Golkar di Pilkada Jabar

Jusuf Kalla: Tak Mungkin Ada Dua Cagub Golkar di Pilkada Jabar

Nasional
Baru Bebas, Aman Abdurrahman Kembali Jadi Tersangka Terkait Bom Thamrin

Baru Bebas, Aman Abdurrahman Kembali Jadi Tersangka Terkait Bom Thamrin

Nasional
Tertibkan Bangunan, Satpol PP Temukan Kondom Berserakkan di Objek Wisata

Tertibkan Bangunan, Satpol PP Temukan Kondom Berserakkan di Objek Wisata

Regional
Dari Mana Sumber Dana First Travel Berangkatkan Umrah Seluruh Jemaah?

Dari Mana Sumber Dana First Travel Berangkatkan Umrah Seluruh Jemaah?

Megapolitan
Ganjar Pranowo: Selama Ini Saya Nyaman dengan Pak Heru...

Ganjar Pranowo: Selama Ini Saya Nyaman dengan Pak Heru...

Regional
Mereka yang Rela Tinggalkan Pekerjaan demi Laga Timnas Indonesia Vs Vietnam

Mereka yang Rela Tinggalkan Pekerjaan demi Laga Timnas Indonesia Vs Vietnam

Regional
Ratusan Penerbangan Dibatalkan Saat Topan Hato Dekati Hongkong

Ratusan Penerbangan Dibatalkan Saat Topan Hato Dekati Hongkong

Internasional