Sabtu, 20 Desember 2014

News / Regional

Kerap Memanjat, Muslimin Dipasung 10 Tahun

Minggu, 12 Agustus 2012 | 14:55 WIB

Terkait

BARRU,KOMPAS.com - Karena sering memanjat ke atas atap rumah dan pohon kelapa milik tetangga, Muslimin (37), warga Kampung Callacu, Desa Ajakang, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan dipasung keluarganya.

Muslimin hidup dengan kaki terpasung sejak 10 tahun silam. Di bawah kolong rumah panggung milik orang tuanya, Muslimin hidup dengan kaki kiri terpasung dengan dua balok kayu dengan panjang sekira 5 meter.

Di atas balai bambu yang hanya berdindingkan karung plastik yang sudah usang, ia ditempatkan.

"Dulunya Muslimin sehat. Sejak umurnya meginjak 27 tahun, Muslimin kerap memanjat atap rumah dan pohon kelapa milik warga di sekitar rumah. Akhirnya ayah kami memutuskan untuk dipasung karena takut terjatuh atau mengganggu tetangga," ujar Neni, kakak perempuan Muslimin di rumahnya, Minggu (12/8/2012).

Kata Neni, tahun 1994 silam Muslimin orang sehat, pekerja keras dan pendiam. Tapi entah kenapa tiba-tiba dia kerap memanjat atap rumah dan pohon kelapa milik tetangga serta berteriak di atas.

Kata Neni Muslimin juga pernah dibawa ke rumah sakit jiwa tahun 1994 hingga tahun 2000 di Makassar dan kembali sehat.

"Akan tetapi penyakitnya kambuh lagi, makanya dia dipasung," kata Neni.

Pihak keluarga kembali berniat untuk membawa Muslimin ke rumah sakit jiwa di Makassar, hanya saja tidak punya biaya.

"Kita hanya berharap mendapatkan Jamkesda untuk kembali dirujuk ke rumah sakit jiwa Makassar. Sebenarnya, pihak keluarga tidak tega memasung Muslimin, tetapi karena takut mengamuk sehingga dikhawatirkan membahayakan orang di sekitar," katanya.

Sementara Kepala Desa Ajakang Mindar, mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Usulan Jamkesda untuk Muslimin sudah dia lakukan, hanya saja hingga kini belum juga ada realisasi.

"Sekarang untuk bisa meringankan beban keluarga Muslimin, yang tergolong keluarga kurang mampu, pihak desa hanya bisa membantu mengusulkan mendapatkan beras miskin (raskin) mulai tahun ini," ujarnya.


Penulis: Kontributor Pinrang, Suddin Syamsuddin
Editor : Tri Wahono