Jumat, 18 April 2014

News / Regional

Jembatan Kelok Sembilan Siap Dioperasikan

Senin, 6 Agustus 2012 | 09:35 WIB

Baca juga

PADANG, KOMPAS.com - Jembatan Kelok Sembilan di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, akan mulai difungsikan pada H-7 Lebaran. Namun, jembatan yang dibangun untuk mengurai kemacetan antara ruas Bukittinggi di Sumbar dan Pekanbaru, Riau, itu akan ditutup lagi pada H+10 Lebaran.

Kepala Dinas Prasarana Jalan dan Tata Ruang Permukiman Sumbar Suprapto, Minggu (5/8/2012), mengatakan, penutupan kembali dilakukan menyusul kemungkinan jembatan dijadikan lokasi wisata. ”Memang nanti akan ada tempat wisata, semacam tempat istirahat, yang akan kami siapkan di jembatan itu sehingga masyarakat tidak berhenti di sepanjang jembatan. Namun, itu baru akan ada setelah akhir tahun,” katanya.

Suprapto menambahkan, bila terus dibuka setelah H+10 Lebaran, dikhawatirkan kemacetan justru akan terjadi di lokasi itu menyusul banyaknya warga yang ingin berwisata. Hal itu akan diperparah dengan banyaknya pedagang yang menjajakan dagangannya di sepanjang jembatan.

Pengaturan mulai H-7 hingga H+10 Lebaran, Suprapto mengatakan, sejumlah petugas khusus telah disiapkan untuk tujuan tersebut. Keputusan untuk membuka jembatan didasarkan atas pertimbangan teknis.

”Dari sisi teknis jembatan itu dinilai telah siap,” kata Suprapto. Jembatan Kelok Sembilan dibangun secara bertahap berdasarkan anggaran tahun 2003/2004.

Adapun jalan lintas Sumatera di ruas Padang-Painan, yang menjadi akses menuju Bengkulu melewati Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar, Minggu, terpantau masih rusak. Perbaikan jalan dengan pengaspalan ulang baru dilakukan di sekitar Kilometer 14 dari arah Padang.

Sementara itu, jumlah penumpang arus mudik Lebaran melalui Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mulai meningkat.

Pada Sabtu (4/8/2012), sebanyak 3 kapal diberangkatkan. Dua kapal menuju Surabaya, Jawa Timur, dan satu kapal menuju Semarang, Jawa Tengah. Jumlah penumpang rata-rata 200 sampai 350 orang.

”Berangkat sekarang untuk menghindari harga tiket yang mahal. Minggu depan sudah Rp naik Rp 280.000, sekarang masih Rp 240.000. Tiket pesawat sendiri sekarang juga sudah sekitar Rp 600.000,” ujar Hanafi (35), salah satu penumpang.

Volume pengiriman barang ke wilayah Tegal, Jawa Tengah, melalui sejumlah perusahaan ekspedisi meningkat sepekan terakhir. Umumnya, barang yang dikirim berupa sepeda motor, onderdil kendaraan, barang-barang elektronik, dan konveksi.

Agung Susilo, Wakil Pemimpin PT Index Transportama Tegal, di kompleks Stasiun Besar Tegal, Minggu, mengatakan, peningkatan jumlah pengiriman paket ke Tegal berasal dari Jakarta, Surabaya, dan Semarang. (WIE/WER/INK/WSI)

 


Editor : Hindra
Sumber: