Jumat, 25 April 2014

News / Regional

Bupati Malang Amati Pembangkit Listrik Tenaga Hampa

Kamis, 26 Juli 2012 | 19:47 WIB

Baca juga

MALANG, KOMPAS.com - Bupati Malang Rendra Kresna menyatakan kekagumannya pada karya Slamet Haryanto, warga Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang yang diberitakan berhasil menciptakan, membangun,  bahkan menjual generator pembangkit listrik swadaya yang disebut Pembangkit Listrik Tenaga Hampa (PLTMH).

Meski belum ada kejelasan tentang kepastian dasar teknologi yang digunakan, Bupati Malang memutuskan membeli satu unit PLTMH untuk tujuan pameran dan berjanji membantu memperjuangkan hak paten temuannya.

Kunjungan Bupati Rendra Kresna didampingi Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Budi Iswoyo hari Rabu (25/7/2012) di rumah Slamet mengamati sendiri generator di dalam rumah Slamet yang sederhana dengan dinding bambu. Slamet berlatar belakang tukang servis dinamo listrik. Kepada wartawan dan tamu-tamu yang datang, ia keberatan menjelaskan rincian mekanisme bekerjanya generator, kecuali dengan mengatakan bahwa ia sudah melakukan penelitian sejak 1997.

Latar belakang pendidikan Slamet hanya lulusan SD, namun ia mengaku sudah memproduksi pembangkit listriik yang disebut bertenaga hampa itu hingga ratusan buah dan sudah menjual, terutama ke luar Jawa. Satu unit generator berupa kotak berukuran 1 x 1 x 1 meter dijelaskannya bisa memproduksi listrik 2.000 watt. Bentuk fisiknya di bagian atas serupa pembangkit listrik tenaga matahari, namun dijelaskannya sumber tenaganya berasal dari karbon monoksida yang berasal dari arang batok kelapa yang ditempelkan pada panel sel surya.

Tanpa sumber tenaga apapun, tanpa panas matahari, tanpa suara, tanpa tenaga alam mekanik, alat itu bisa memproduksi listrik. Listrik lalu disalurkan pada kapasitor ukuran besar, sebelum disalurkan ke peralatan rumah tangga pengkonsumsi listrik. Biaya pembuatannya Rp 4 5 juta per unit . Bupati Malang Rendra Kresna menyampaikan penghargaannya atas kerja keras Slamet, dan berharap bisa membantu Slamet lebih banyak.


Penulis: Doddy Wisnu Pribadi
Editor : Rusdi Amral