Rabu, 22 Oktober 2014

News / Megapolitan

Harga Komoditas di Pasar Induk Kramat Jati Berfluktuasi

Jumat, 20 Juli 2012 | 17:26 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Memasuki bulan Ramadhan 2012, stok komoditas sayur-mayur dan buah-buahan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, tergolong stabil. Meski demikian, fluktuasi harga kebutuhan pokok masih terjadi.

Asisten Manajer PD Pasar Induk Kramat Jati Sugiono mengungkapkan, pihaknya fokus memantau harga beberapa komoditas utama, seperti cabai, bawang merah, bawang putih, dan berbagai jenis sayur lainnya.

"Cabai merah keriting per kilogram turun dari Rp 19.492 pada minggu lalu menjadi Rp 17.000 pada minggu ini. Harga cabai rawit merah per kilogram turun dari Rp 14.500 pada minggu lalu menjadi Rp12.000 pada minggu ini. Harga cabai rawit hijau juga turun dari Rp 9.786 per kilogram pada minggu lalu menjadi Rp 6.000 per kilogram pada minggu ini," ujarnya saat ditemui Kompas.com di Pasar Induk Kramat Jati, Jumat (20/7/2012).

Harga bawang putih per kilogram juga mengalami kenaikan dari Rp 16.000 menjadi Rp 17.000. Menurut Sugiono, harga bawang putih terus mengalami peningkatan drastis sejak Januari 2012. Pasalnya, ketersediaan bawang putih bergantung pada impor dari China. Sebaliknya, harga bawang merah per kilogram turun dari Rp 8.600 menjadi Rp  8.500. Penurunan harga bawang merah ini disebabkan panen raya di Brebes yang tengah berlangsung.

Kendati tergolong stabil berkat akses transportasi yang baik, harga sayur-mayur diperkirakan merangkak naik selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2012. "Pasalnya, dua atau tiga hari menjelang Idul Fitri, para petani mengurangi aktivitas sehingga stoknya bisa berkurang," lanjutnya.

Sugiono mengatakan, stok buah-buahan selama Ramadhan dan Idul Fitri 2012 tergolong aman walaupun pasokan dari daerah Sumatera berkurang. Namun, ketersediaan stok buah lokal tak menjamin harga stabil akibat adanya buah impor dari China.

Sementara itu, pantauan di los beras, beras kualitas biasa seharga Rp 7.500/kg, kualitas premium Rp 8.500/kg. Harga tepung terigu eceran Rp 6.000/kg atau Rp 155.000/karung. Harga telur dan gula pasir mengalami penurunan. Harga telur turun dari Rp 20.000/kg menjadi Rp 17.000/kg. Sementara itu, harga gula pasir turun dari Rp 13.000 menjadi Rp 12.000.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pemerintah berupaya menekan laju kenaikan harga kebutuhan pokok. Pemerintah juga akan melakukan intervensi harga serta menggelar pasar murah di sejumlah daerah di Indonesia.


Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor : Hindra