Rabu, 26 November 2014

News /

KRISIS AIR

Waduk Ir H Djuanda Mulai Kekurangan Air

Kamis, 5 Juli 2012 | 05:45 WIB

Purwakarta, Kompas - Waduk Ir H Djuanda di Purwakarta, Jawa Barat, mulai defisit air seiring berkurangnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir. Pada Rabu (4/7) pukul 07.00, jumlah air yang masuk 47 meter kubik per detik, sementara yang harus dikeluarkan untuk kebutuhan irigasi, air baku minum, dan industri mencapai 187 meter kubik per detik.

Direktur Pengelolaan Air Perum Jasa Tirta II Herman Idrus mengatakan, secara umum realisasi tinggi muka air (TMA) tiga waduk di Sungai Citarum, yakni Saguling, Cirata, dan Ir H Djuanda, lebih rendah dari rencana normal. Rabu pagi, TMA Waduk Ir H Djuanda (Waduk Jatiluhur) tercatat 101,72 meter (di atas permukaan laut), lebih rendah dari rencana 103,77 meter.

Adapun TMA Waduk Cirata 216,2 meter atau lebih rendah dari rencana 217,36 meter dan TMA Waduk Saguling yang 639,24 meter lebih rendah dari rencana 640,69 meter. ”Debit aliran Citarum selama Juni 2012 mencapai 47 meter kubik per detik, lebih rendah dari debit bulan Juni beberapa tahun terakhir yang mencapai 52,6 meter kubik per detik,” kata Herman.

Dengan asumsi normal, total volume air aliran Citarum hingga akhir tahun 2012 mencapai 3,1 miliar meter kubik. Jumlah itu mencukupi kebutuhan irigasi, air baku minum, dan industri sekitar 2,9 miliar meter kubik. Namun, kondisi cuaca sulit diprediksi sehingga angka penghitungan itu bisa meleset.

Waduk Ir H Djuanda ditargetkan mengairi 221.476 hektar sawah di Kabupaten Bekasi, Karawang, Subang, dan sebagian Indramayu pada musim tanam gadu 2012 ini. Namun, kondisi air mulai defisit, realisasi tanam baru mencapai 133.892 hektar atau 60,4 persen. Itu terjadi akibat jadwal tanam mundur.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Jawa Barat Endang Suhendar, sejauh ini kekeringan melanda 6.165 hektar sawah di Jawa Barat. Sebagian besar kekeringan terjadi di Sukabumi yang mencapai 4.433 hektar dan Kuningan 508 hektar.

Waduk Ir H Djuanda yang luasnya 8.300 hektar juga memasok sekitar 14.500 liter per detik untuk air baku minum DKI Jakarta. Citarum juga memasok listrik menopang interkoneksi Jawa-Bali dengan potensi produksi 1.937 megawatt. Tahun lalu, anjloknya debit Sungai Citarum menurunkan produksi listrik. Sekitar 1.000 megawatt potensi produksi listrik dari ketiga PLTA hilang.

Namun, Direktur Operasi Jawa-Bali PT PLN (Persero) Ngurah Adnyana menyatakan, penurunan debit air Waduk Ir H Djuanda pada musim kemarau ini tak memengaruhi secara signifikan keandalan pasokan listrik dalam sistem kelistrikan Jawa-Bali. Tiga PLTA di Sungai Citarum hanya berkontribusi 5-6 persen dari total daya dalam sistem kelistrikan Jawa-Bali.

(DIA/MKN/HEI/EVY)


Editor :