Batik Motif Piala Eropa Tak Laku, Perajin Merugi - Kompas.com

Batik Motif Piala Eropa Tak Laku, Perajin Merugi

Kompas.com - 22/06/2012, 13:35 WIB

MALANG, KOMPAS.com — Batik motif Piala Eropa 2012 sepi peminat. Perajin batik tersebut di Kota Malang, Jawa Timur, mengaku merugi hingga puluhan juta rupiah. Perajin batik motif Piala Eropa tersebut adalah Batik Celaket Kota Malang. Motif batik diproduksi sejak dimulainya Piala Eropa 2012 lalu.

Motif batik yang diproduksi berupa gambar dan bendera 14 negara peserta Piala Eropa. Batik diproses dengan metode batik tulis dan batik cap. Menurut perajin Batik Celaket Malang, Hanan Jalil, yang ditemui Kompas.com, pada Jumat (22/6/2012) siang. Batik tersebut diproduksi memang khusus untuk menyambut Piala Eropa. Batik Celaket telah memproduki sebanyak 300 lembar kain batik.

"Karena tidak laku, jelas kami merugi," ujar Hanan ditemui di rumahnya.

Kain batik yang siap dijual berukuran panjang 200 sentimeter dan lebar 115 sentimeter. Semuanya dipasarkan di wilayah Malang, Surabaya, Bandung, dan Jakarta. Tetapi, hingga kini hanya laku beberapa potong.

"Padahal, temanya Piala Eropa. Ide saya, karena saat ini perhatian masyarakat Indonesia tertuju terhadap olahraga sepak bola, yakni Piala Eropa. Kini, ada 250-an lembar kain batik yang ditarik kembali," akunya.

Lebih lanjut, Hanan memprediksi bahwa kain batik tak laku di pasaran karena motif yang ditawarkan hanya berupa bendera negara. Sementara pencinta sepak bola lebih tertarik membeli kaus dan bendera. Bukan baju batik. "Saat ini kami akan mendesain motif batik sesuai selera pasar saja. Lebih aman dan laku di pasaran," ujarnya.

Adapun motif populer yang pernah diproduksi Batik Celaket, aku Hanan, adalah batik bergambar KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Irfan Bachdim, pemain timnas, dan batik bermotif ulat bulu.

"Saat itu lagi gencar motif itu. Adapun harga batik per lembarnya untuk batik cap dijual seharga Rp 150.000, batik tulis Rp 300.000 per lembar," katanya. Adapun penjualan batik motif Irfan Bachdim, tambah Hanan, cukup meledak hingga terjual 10.000 lembar.

"Yang jelas, batik motif Piala Eropa tak laku di pasaran. Saat ini kami sudah mau garap motif lain karena kami merugi cukup besar. Akhirnya, barang yang ada diberikan kepada kolega saya," katanya.


EditorPepih Nugraha

Terkini Lainnya

M Taufik: Jadi Gubernur Pasti Banyak yang Laporin, Apalagi Banyak Belum Move On

M Taufik: Jadi Gubernur Pasti Banyak yang Laporin, Apalagi Banyak Belum Move On

Megapolitan
Maklumat Kapolda Kalbar: Pelaku Pembakaran Lahan Didenda Rp 10 Miliar

Maklumat Kapolda Kalbar: Pelaku Pembakaran Lahan Didenda Rp 10 Miliar

Regional
Terlibat Perselingkuhan, Wakil PM Australia Mengundurkan Diri

Terlibat Perselingkuhan, Wakil PM Australia Mengundurkan Diri

Internasional
Simpatisan Partai Republikan Dukung Penyebaran Senjata Api di AS

Simpatisan Partai Republikan Dukung Penyebaran Senjata Api di AS

Internasional
Perjalanan Daging Anjing di Medan, dari Pasar sampai Piring Makan (3)

Perjalanan Daging Anjing di Medan, dari Pasar sampai Piring Makan (3)

Regional
Hendak Menanduk Pemilik Mobil, Kambing Malah Tersangkut di Kemudi

Hendak Menanduk Pemilik Mobil, Kambing Malah Tersangkut di Kemudi

Internasional
Polisi Akan Panggil Elvy Sukaesih Terkait Kasus Narkoba Dhawiya

Polisi Akan Panggil Elvy Sukaesih Terkait Kasus Narkoba Dhawiya

Megapolitan
ITB dan MIT Bekerja Sama dalam Penelitian Baterai Mobil Listrik Nasional

ITB dan MIT Bekerja Sama dalam Penelitian Baterai Mobil Listrik Nasional

Regional
Kabareskrim: Indonesia Darurat Akal Sehat

Kabareskrim: Indonesia Darurat Akal Sehat

Nasional
Berstatus Tahanan KPK, Calon Gubernur Lampung Masih Berkampanye

Berstatus Tahanan KPK, Calon Gubernur Lampung Masih Berkampanye

Nasional
Dishub Kota Bekasi Harap Pemilahan Ganjil Genap Dilakukan di Area Jalan Tol

Dishub Kota Bekasi Harap Pemilahan Ganjil Genap Dilakukan di Area Jalan Tol

Megapolitan
Lecehkan Puluhan Siswanya, Guru SD di Surabaya Dilaporkan ke Polisi

Lecehkan Puluhan Siswanya, Guru SD di Surabaya Dilaporkan ke Polisi

Regional
Polisi Tangkap Penyebar Berita Hoaks soal Ustaz di Tambun Utara

Polisi Tangkap Penyebar Berita Hoaks soal Ustaz di Tambun Utara

Megapolitan
YLBHI Duga Ada yang Hendak Ambil Untung dari Isu Penyerangan Pemuka Agama

YLBHI Duga Ada yang Hendak Ambil Untung dari Isu Penyerangan Pemuka Agama

Nasional
Dinas Tata Ruang Kota Bekasi Akan Pelajari Aturan Baliho pada Masa Kampanye

Dinas Tata Ruang Kota Bekasi Akan Pelajari Aturan Baliho pada Masa Kampanye

Megapolitan

Close Ads X