Rabu, 23 Juli 2014

News /

KERAJINAN

Alat Musik Drumben Lokal Saingi Produk Asing

Senin, 18 Juni 2012 | 02:50 WIB

Pasuruan, Kompas - Alat musik drumben buatan perajin dalam negeri sudah menembus pasar luar negeri. Di dalam negeri, produk usaha rumahan ini bahkan mampu menyaingi produk impor serupa.

”Saya baru saja menjual 100 alat musik drumben ke Yogyakarta. Dari Yogya, alat musik itu dijual ke Malaysia. Saya belum punya jaringan pemasaran langsung ke Malaysia,” ujar Abdul Rohim, perajin alat musik drumben asal Rejoso, Pasuruan, Jawa Timur, Minggu (17/6).

Dengan berhasil menjual produk buatannya hingga ke Malaysia, Rohim mengartikan kualitas produk perajin lokal sudah bagus. ”Artinya, sebenarnya kualitas buatan dalam negeri sudah mampu bersaing ke luar negeri. Sayangnya, saat ini memang kami belum memiliki jaringan pemasaran langsung ke luar negeri sehingga permintaan masih berdasarkan pesanan perantara,” katanya.

Jika sudah memiliki jaringan secara langsung, Rohim yakin usaha kerajinan drumben dalam negeri akan terus berkembang. Saat ini pasar alat musik drumben buatan Rohim mulai dari Yogyakarta, Jawa Tengah, hingga ujung timur Jawa Timur, yaitu Banyuwangi.

”Alat musik buatan kami memiliki kualitas bagus, tetapi harganya bisa 10 kali lipat lebih murah daripada alat musik serupa produk impor,” kata Rohim. Misalnya, alat musik bass drum buatan Rohim dijual di pasaran Rp 850.000 per buah, sementara harga produk serupa hasil impor Rp 8,5 juta per buah.

Rohim mampu menjual rata-rata dua unit alat musik drumben lengkap, lebih kurang 50 alat musik, mulai dari stik mayoret, drum, cymbal, dan bass drum. Harga satu set alat musik drumben ini Rp 8 juta-Rp 11 juta.

Kelebihan alat musik drumben lokal, menurut Mahrus, perajin alat musik drumben yang juga asal Rejoso, selain murah, juga bisa dibuat dari besi-besi bekas. Perajin meleburnya kembali, mencetak kembali, hingga menyetel ulang alat musik tersebut.

(DIA)


Editor :