Rabu, 3 September 2014

News / Regional

Perusak Makam Sultan Hasanuddin Belum Terlacak

Sabtu, 16 Juni 2012 | 21:15 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Aparat kepolisian mengaku kesulitan mengungkap pelaku perusakan makam Sultan Hasanuddin di Jl Pallantikan, Kabupaten Gowa. Polisi seolah menemui jalan buntu pasalnya, saat kejadian tidak ada saksi mata yang melihat ciri-ciri pelaku.

Kesulitan itu disampaikan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Chevi Ahmad Sopari di rumah jabatan Kapolda Sulsel, Irjen Pol Mudji Waluyo di Jl Andi Mappaoddang, Sabtu (16/06/2012).

Menurutnya, pihaknya sudah membentuk tim gabungan dari Polda Sulsel dan Polres Gowa untuk mengungkap perusak makam Sultan Hasanuddin. Pembentukan tim ini dilakukan, karena pihak Polres Gowa dianggap kewalahan dalam proses penyelidikan.

"Kita sudah bentuk tim gabungan, tapi pelakunya belum berhasil kita ungkap. Kendalanya, tidak ada saksi mata dan minimnya bukti-bukti yang ditemukan di lokasi kejadian. Susah betul kita ungkap kasus perusakan makam Sultan Hasanuddin," kata mantan Kepala Polres Takalar ini sambil tersenyum.

Makam Sultan Hasanuddin diperkirakan dirusak orang, Kamis (24/05/2012) dinihari. Nisan makam berserakan di tanah, patung ayam yang berada di atas makam hilang, sebagian ukiran nama Sultan Hasanuddin yang menempel di makam juga ikut hilang serta permata imitasi di jari patung Sultan Hasanuddin raib di bawa pelaku.


Penulis: Kontributor Makassar, Hendra Cipto
Editor : A. Wisnubrata