Jumat, 19 September 2014

News / Regional

Wow, Satu Pohon Singkong Bisa Panen Puluhan Kilogram

Jumat, 15 Juni 2012 | 10:02 WIB

MAGELANG, KOMPAS.com — Bila biasanya tanaman singkong hanya dapat menghasilkan 2 sampai 10 kilogram singkong per pohon, tetapi dengan sistem sambung batang (grafting) bisa menghasilkan singkong berlipat-lipat.

Sumaryono, Koordinator Penyuluh Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, menjelaskan, sistem ini dilakukan dengan cara menyambung antara batang singkong jenis karet dan singkong lokal pada batang bawah. "Sebenarnya sistem ini sudah dilakukan dari tahun 1970 lalu. Namun, karena sistemnya harus menyambung terlebih dulu, membuat kebanyakan petani enggan melakukannya," katanya, Jumat (15/6/2012).

Demi membuktikan kepada petani bahwa hasil dari sistem ini luar biasa, Sumaryono melakukan budidaya singkong di lahan dengan luasan 500 meter persegi. Caranya, batang singkong karet ditempatkan sebagai batang pada lapisan atas, sedangkan batang singkong jenis varietas lokal yang ditanamkan di dalam tanah (batang bawah).

Menurut Sumaryono, batang singkong karet harus sebagai batang atas, sedangkan untuk batang atas bisa dipilih dari tanaman singkong varietas unggul atau super. Hasil tanaman singkong tersebut, katanya, nantinya akan rimbun seperti pohon kebanyakan. Tanaman sambungan ini juga akan memiliki dahan dan ranting, sedangkan daunnya akan tumbuh seperti singkong karet.

"Kalau singkong karet sendiri tidak boleh dimakan buahnya karena itu pemanfaatannya dengan cara penyambungan," ujar Sumaryono.

Panjang pohon ini ternyata bisa lebih dari 1 meter, melebihi singkong armona biasa yang hanya 20 sentimeter. Masa panen tanaman singkong pada umumnya 9 bulan. Membesarnya umbi pada singkong hasil penyambungan karet dan singkong lokal itu dikarenakan kedua jenis singkong itu saling mendukung.

Singkong karet memiliki ciri pohon yang lebih rindang sehingga baik untuk fotosintesis makanan pada pohon, sedangkan singkong gatot kaca, misalnya, memiliki ciri umbi yang bulat dan tekstur daging yang pulen. "Hasil panen rata-rata kemarin bisa mencapai 40 kilogram, yang biasanya hanya kurang dari 10 kilogram satu batangnya," tuturnya.

Sebagian besar masyarakat di Kecamatan Grabag melakukan pembudidayaan singkong. Demi mendukung produksi singkong di kecamatan ini, petani harus beralih ke sistem penyambungan agar didapatkan hasil yang lebih banyak. Hanya saja, kendalanya adalah masalah penyambungan yang membutuhkan waktu. "Kami akan mulai ajari petani bagaimana cara menyambungkan singkong ini, karena hasil yang diperoleh akan lebih bagus daripada dengan cara penanaman yang biasa," ujar Sumaryono.


Penulis: Kontributor Magelang, Ika Fitriana
Editor : Glori K. Wadrianto