Kamis, 31 Juli 2014

News / Regional

Ini Dia, Es Krim Kulit Pisang dari Malang

Selasa, 5 Juni 2012 | 14:20 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Sejumlah mahasiswa Fakultas Pertanian jurusan Agribisnis Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang, Jawa Timur  berhasil menciptakan es krim yang dibuat dari limbah kulit pisang.  

Mahasiswa-mahasiswa tersebut di antaranya, Sayyidah Anggun, Ratna Dumilah, Ichwal Januraga, dan Eygina Yesphine. Mereka yang berhasil mengubah kulit pisang menjadi es krim lezat kaya vitamin. 

Menurut Ichwal, pembuatan es krim kulit pisang itu, berawal dari tugas perencanaan bisnis dari dosen pengampu, Heru Santoso Hadi. "Dalam tugas itu, saya dan teman-teman ditantang untuk membuat produk yang unik dan berinovasi," kata Ichwal. 

Pada saat pembagian tugas, kata Ichwal, kebetulan kelompoknya mendapatkan buah pisang untuk bahan dasarnya. "Awalnya kami mempunyai ide membuat tas dari kulit pisang. Namun setelah kami pikir ulang, ternyata justru memakan banyak biaya," katanya. 

Kala kelompok itu sedang makan es krim, secara tiba-tiba, muncul ide membuat es krim dari kulit pisang. "Berawal dari ide itu, kami semangat untuk mencari cara bagaimana membuat es krim dari kulit pisang, yang nikmat, namun tidak terasa pahit di lidah," jelasnya. 

Sayyidah Anggun menambahkan, agar kulit pisang tidak terasa pahit, dalam pengolahannya, kulit pisang akan dibersihkan dan direbus dengan menggunakan air gula. "Setelah itu, kulit pisang dihaluskan dan diambil ekstraknya. Setelah kulit pisang dihaluskan, kulit pisang diekstrak dan dicampur dengan adonan es krim dan diberi berbagai macam rasa," kata Sayyidah. 

Kulit pisang yang menjadi bahan dasar es krim, tidak sembarangan kulit pisang. "Kulit yang digunakan adalah kulit pisang yang masih segar dan bersih," kata Sayyidah. 

Saat proses pembuatan es krim, kelompok ini banyak mengalami beberapa kendala. Salah satunya, kesulitan mencari kulit pisang. "Karena tidak ada pengepul kulit pisang. Yang ada penjual pisangnya. Jadi harus beli dengan pisangnya," kata Sayyidah lagi. 

Selama ini, untuk mendapatkan kulit pisang, Ichwal dan kawan-kawannya, berusaha mencari di penjual gorengan. Yang pisangnya digunakan pisang goreng. 

Selain kesulitan mencari kulit pisang, mereka juga kesulitan mencari kulit pisang yang sebanding dengan kandungan yang ada di dalamnya. Yakni, kulit pisang yang mempunyai vitamin lebih besar dibandingkan daging buahnya.  "Kulit pisang, ternyata mempunyai kandungan vitamin A, B, dan C serta protein, kalsium, dan lemak nabati yang cukup. dengan berhasil menemukan kandungan di kulit pisang itu, karya kami berhasil menjadi juara satu produk unggulan Agribisnis yang digelar di UB," kata Sayyidah. 

Produk mahasiswa Unibraw tersebut, dijual dengan harga Rp 3.000 per cup-nya dan mempunyai variasi rasa seperti cokelat, cappucino, vanila, dan strawberry. "Semoga produk kami dan teman-teman itu, berharga untuk rakyat Indonesia,"  ungkap Anggun.


Penulis: Yatimul Ainun
Editor : Glori K. Wadrianto