Kamis, 24 April 2014

News / Regional

Anak-anak yang Mencintai Gunung

Minggu, 3 Juni 2012 | 11:57 WIB

Baca juga

MANGGARAI, KOMPAS.com -- Gunung Ranakah tinggi menjulang/ Rimba belukar padang nan hijau/ Sawah dan ladang menguning nan emas/ Di antara lembah dan sungai mengalir// Kenangkan selalu, ingatkan selalu/ Setiap saat dan setiap waktu/ dan sepanjang masa./ Buktikan cintamu/ Nyatakan baktimu dengan membangun dan membina daerahmu, Manggarai//

Lagu Gunung Ranakah dinyanyikan puluhan anak dan remaja di sebuah lapangan di kaki Gunung Ranakah, Minggu (3/6/2012) pagi. Mereka duduk melingkar di pinggir lapangan berumput tebal di Kampung Robo, Desa Ranakah, Weiri, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Suara serempak dan melengking bocah-bocah itu menghangatkan pagi yang segar.

Tak lama, dua remaja laki-laki, dengan telanjang dada dan bersarung tradisional, maju di tengah lapangan. Masing-masing membawa sebilah ranting kayu panjang yang dilengkapi tali di ujungnya. Setelah saling menjajaki, mereka memainkan ranting untuk memukul dan bertahan. Itulah Tarian Caci, tradisi warga setempat. Di tengah permainan, puluhan anak yang duduk melingkar itu terus bernyanyi.

Mana terdengar burung berkicau kerbau dan kambing meringkik mengembik/ Anjing ayam itik salah kokok kotek ramai// Kenangkan selalu, ingatkan selalu, setiap saat, setiap waktu//

Lagu ini populer di kalangan remaja di kaki Gunung Ranakah. Para siswa hapal karena memang diajarkan di semua sekolah di kawasan tersebut. Pada acara-acara resmi, mereka kerap menyanyikannya. Anak-anak menyukai lagu ini karena bercerita tentang gunung yang menjadi tempat tinggalnya sejak nenek moyang dulu sampai sekarang.

"Kami mencintai Gunung Ranakah," kata Valni (13), siswa Kelas V SD Robo, dengan bersemangat, kepada Tim Ekspedisi Cincin Api Kompas.

Seperti lirik lagu itu, suasana di kampung di kaki Gunung Ranakah memang asri, hijau, dan berudara segar. Penduduk hidup bersahaja dari berkebun kopi, menggarap sawah, atau berternak sapi dan kambing.

Seusai mengobrol, Valni lantas bergabung lagi dengan teman-temannya untuk kembali bernyanyi. Gunung Ranakah tinggi menjulang/ Rimba belukar padang nan hijau/ Sawah dan ladang menguning nan emas//


Penulis: Ilham Khoiri
Editor : Nasru Alam Aziz