Sabtu, 25 Oktober 2014

News / Regional

70 Siswa SMP di Malang Tak Lulus UN

Sabtu, 2 Juni 2012 | 07:36 WIB

MALANG, KOMPAS.com — Sebanyak 70 siswa tingkat SMP dan sederajat di Kota Malang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, tidak lulus ujian nasional (UN). Untuk di Kota Malang, angka ketidaklulusan UN didominasi oleh siswa dari sekolah swasta. Dari total 11.613 peserta UN di Kota Malang, 38 siswa tidak lulus.

Siswa yang tidak lulus antara lain dari SMP negeri sebanyak 4 siswa, SMP swasta 26 siswa, SMP Satu Atap 5 siswa, dan SMP Terbuka sebanyak 3 siswa. "Tidak lulus itu akibat perbedaan kualitas antara negeri dan swasta. Guru di sekolah swasta memang kurang memiliki komitmen yang tinggi agar lulus UN 100 persen," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Sri Wahyuningtyas atau biasa disapa Yuyun, Jumat (1/6/2012) malam.

Yuyun menjelaskan bahwa pihaknya sudah berupaya maksimal dan akan terus meningkatkan kualitas sekolah swasta. Tingkat kelulusan tahun ini, katanya, masih lebih baik dibanding tahun lalu karena tahun ini angka ketidaklulusan hanya sekitar 0,33 persen, sementara tahun lalu 1,12 persen.

Kepada para siswa yang tidak lulus UN, Yuyun meminta mereka tidak usah terlalu kecewa karena masih bisa mengikuti Kejar Paket B. "Sekolah yang siswanya tidak lulus UN diharapkan segera mendaftarkan siswanya untuk ikut program Kejar Paket B. Daftarnya di Pusat Kelompok Belajar Mengajar Kota Malang," katanya.

Apabila tahun ini tidak mengikuti Kejar Paket B, maka terpaksa mereka harus mengulang untuk ikut UN tahun depan. "Orangtua harus memilih; mengulang atau ikut Kejar Paket B," ungkapnya.

Sementara itu, di Kabupaten Malang, siswa yang tidak lulus UN terdiri dari 11 siswa SMP negeri dan 11 siswa dari SMP swasta. "Dari 32.476 siswa peserta UN, ada 32 siswa yang tidak lulus UN tahun ini. Kelulusan tahun ini di Kabupaten Malang capai 99,90 persen," urai Pudianto, Kepala Bidang Sekolah Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Jumat (1/6/2012).

Ditanya dominasi ketidaklulusan antara SMP/MTs negeri dan swasta, Pudianto enggan menyampaikannya. "Kita lihat besok pada waktu pengumuman. Tak etis kalau disampaikan sekarang, (siswa di) sekolah mana saja yang tidak lulus," kilahnya.


Penulis: Kontributor Malang, Yatimul Ainun
Editor : Lusia Kus Anna