Selasa, 21 Oktober 2014

News / Regional

Pasir Besi

Tambang di Kebumen Sudah Sah!

Kamis, 31 Mei 2012 | 16:47 WIB

KEBUMEN, KOMPAS.com- Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kebumen, Masagus Herunoto, Kamis (31/5/2012), menyatakan, penambangan pasir besi di kawasan pesisir selatan Kebumen sudah melalui kajian mendalam. Bahkan sudah dilengkapi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

"Semua perizinan untuk mendapatkan IUP dan Amdal sesuai prosedur yang berlaku. Jadi secara hukum sudah sah," jelasnya.

Masyarakat selanjutnya diminta memastikan investor melaksanakan kewajibannya. Penambangan baru bisa dihentikan, jika aktivitasnya tidak memenuhi syarat, termasuk dalam hal reklamasi.

Penambangan pasir besi di pesisir Kecamatan Mirit meliputi enam desa seluas 984,79 hektar yang sebagian besar adalah areal pertanian palawija. Selain Wiromartan, lima desa lain yakni Mirit, Miritpetikusan, Tlogopragoto, Tlogodepok dan Lembupurwo.

Petani setempat masih menentang rencana tersebut karena pertambangan pasir besi dinilai akan merusak kawasan pertanian mereka. Petani menduga sudah ada persekongkolan antara kepala desa dengan pihak perusahaan untuk membuat kesepakatan secara personal tanpa melibatkan warga.

Koordinator Forum Masyarakat Mirit Selatan, Bagus Wirawan Rabu (30/5) mengatakan, proses penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) semestinya melibatkan seluruh warga setempat tanpa kecuali untuk menyerap masukan. "Jangan hanya segelintir saja yang diajak bicara. Ujung-ujungnya dikasih duit. Sudah enggak zamannya lagi seperti itu," ungkapnya.


Penulis: Gregorius Magnus Finesso
Editor : Thomas Pudjo Widijanto