Selasa, 2 September 2014

News / Regional

Ekspedisi Cincin Api

Belum Beruntung Melihat Danau Kelimutu

Kamis, 31 Mei 2012 | 06:18 WIB

Terkait

ENDE, KOMPAS.com — Tim Ekspedisi Cincin Api Kompas akan meninggalkan Kota Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, Kamis (31/5/2012) pagi. Selama dua hari di Ende, tim mengunjungi sejumlah tempat di Kota Ende, seperti Kampung Wolotopo, di Kecamatan Ndona, kampung adat di Detusoko, dan pos pengamatan gunung api Iya.

Disela-sela kepadatan jadwal ekspedisi, tim 1 berencana untuk mengunjungi Gunung Kelimutu sambil menunggu tim 2 yang menyeberang dari pulau gunung api Rokatenda, Kecamatan Palue, Nusa Tenggara Timur.

Tim sudah berangkat pagi hari, dengan maksud untuk menghindari cuaca berkabut di Gunung Kelimutu. Gunung yang terletak 60 kilometer di timur kota Ende ini terkenal dengan danau tiga warnanya dan menjadi ikon kota Ende. Dibutuhkan waktu sekitar dua jam untuk tiba di Kelimutu.

Tim optimistis bisa melihat danau di Gunung Kelimutu karena cuaca cerah dan tidak ada kabut. Namun, ketika sudah mendekati gerbang masuk ke taman nasional tersebut, kabut mulai menyelimuti. Semakin ke atas semakin tebal, bahkan disertai gerimis.

Tim terus menuju lokasi, dengan harapan angin meniup kabut sehingga bisa melihat danau tersebut. Namun, ketika tiba di area parkir pun kabut masih menyelimuti Gunung Kelimutu.

Seperti tidak mau menyerah, tim memutuskan untuk tetap berjalan kaki naik ke atas. Tidak lama berjalan, hujan pun turun, tim hanya sampai ke danau pertama dan kemudian berteduh di sebuah warung.

"Sudah beberapa hari ini kabut tebal turun dan menyelimuti Kelimutu, kadang sore danau bisa dilihat, tetapi tidak lama," kata pedagang.

Hujan masih terus turun dan Kelimutu masih berselimut kabut, sedangkan waktu kian mepet karena tim harus mengunjungi lokasi lain. Akhirnya tim memutuskan untuk turun dan meninggalkan Gunung Kelimutu, sempat berencana untuk datang kembali, tetapi padatnya rangkaian ekspedisi membuat tim harus merelakan kesempatan melihat gunung tersebut.

Selamat tinggal Ende... Bajawa, kami datang....


Penulis: Roderick Adrian Mozes
Editor : Erlangga Djumena