Senin, 1 September 2014

News / Regional

Gelar Pesta di Hutan Tanpa Izin, Ratusan WNA Digerebek

Kamis, 31 Mei 2012 | 00:32 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com Ratusan warga negara asing (WNA) yang tengah menggelar pesta Awaredance 4 Peace di kawasan hutan lindung Desa Batur, Kintamani, Bangli, digerebek petugas Imigrasi Bali, Jumat (25/5/2012). Penggerebekan ini karena petugas Imigrasi mensinyalir ketiadaan izin acara.

"Ada informasi dari internet kegiatan mencurigakan, anggota kita langsung bergerak ke lapangan," ujar Kepala Divisi Imigrasi Kantor Hukum dan HAM Wilayah Bali Ida Bagus Komang Adnyana, saat konferensi pers di kantornya, Rabu (30/5/2012).

Di lokasi yang jauh dari permukiman penduduk ini, petugas Imigrasi Bali menemukan berbagai perlengkapan pesta seperti lounge, juice bar, Aware cafe, tempat dansa, dan tempat berkemah yang didirikan ratusan warga asing berbagai negara ini. "Menurut keterangan peserta, hanya untuk bersenang-senang. Tapi karena tidak memiliki izin keramaian, kita amankan tiga orang, termasuk penyelenggaranya," ujar Adnyana.

Saat akan mengamankan tiga orang yang dicurigai melakukan pelanggaran keimigrasian, rekan-rekan mereka sempat emosi dan berdebat dengan petugas Imigrasi Bali. "Waktu kita ambil paspor, kita dikerumunin, dan ada yang membawa golok," ungkapnya.

Beruntung, petugas Imigrasi yang didampingi petugas Polres Bangli dapat mengendalikan situasi, dan tiga orang, yakni Chantal Bumann (warga Swiss), Goddy Hederia Pedro (Argentina), dan Willems Diederich Julia Oscar alias Baba (Belgia) berhasil diamankan.

"Dua orang yang dari Swiss dan Argentina kita tangkap karena mereka berdagang dengan visa on arrival. Keduanya sudah kita deportasi, sementara Baba sebagai penyelenggara sampai saat ini masih diperiksa di kantor Imigrasi," beber Adnyana.

 


Penulis: Kontributor Denpasar, Muhammad Hasanudin
Editor : Erlangga Djumena