Selasa, 2 September 2014

News / Regional

Pemulihan Bencana

JRF Berakhir Akhir Tahun Ini

Rabu, 30 Mei 2012 | 22:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Java Reconstruction Fund (JRF), sebuah fasilitas multidonor bernilai 94 juta dollar AS, yang memberikan hibah ke daerah Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, untuk merekonstruksi wilayah pascagempa dan tsunami 2006 serta letusan Gunung Merapi 2010, akan mengakhiri mandatnya pada akhir tahun ini.

Melalui lima programnya, JRF mencapai hasil signifikan dalam bidang pembangunan rumah sementara dan permukiman tetap berbasis masyakarat, serta pemulihan mata pencaharian.

JRF dipimpin Pemerintah Indonesia melalui Bappenas, untuk mendukung upaya-upaya pemulihan di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Barat, pascabencana gempa bumi dan tsunami tahun 2006. Secara keseluruhan dana hibah yang berasal dari 7 donor yang dikumpulkan melalui JRF mencapai 94,1 juta dollar AS.  

Bank Dunia berperan sebagai wali, sementara ketujuh donor terdiri dari Uni Eropa, Belanda, Inggris, Bank Pembangunan Asia (ADB), Kanada, Denmark, dan Finlandia.

Di bidang pembangunan permukiman, JRF melalui program Rekompak membangun lebih dari 15.000 rumah melalui pendekatan berbasis komunitas yang mengedepankan mereka yang terdampak sebagai pelaku utama pembangunan permukiman mereka sendiri.

Program ini sebelummya sukses dilaksanakan di Aceh pascatsunami 2004 dengan tingkat kepuasan dan hunian hingga 98 persen. Kesuksesan Rekompak dalam menanggapi berbagai jenis bencana (tsunami, gempa bumi, tanah longsor, dan letusan gunung berapi), mendapat pengakuan dari Pemerintah Indonesia dan berbagai negara lain di dunia yang rawan bencana.

"Pertumbuhan ekonomi di kawasan yang terkena bencana benar-benar menggeliat dan jiwa gotong royong penduduk di situ patut dikagumi. Bahkan, banyak UMKM yang berhasil bangkit lagi dan sekarang kondisinya ada yang jauh lebih baik ketimbang sebelum bencana," kata Eva Muchtar dari World Bank, Rabu (30/5/2012) di Jakarta.


Penulis: Ida Setyorini
Editor : Nasru Alam Aziz