JRF Berakhir Akhir Tahun Ini - Kompas.com

JRF Berakhir Akhir Tahun Ini

Ida Setyorini
Kompas.com - 30/05/2012, 22:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Java Reconstruction Fund (JRF), sebuah fasilitas multidonor bernilai 94 juta dollar AS, yang memberikan hibah ke daerah Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, untuk merekonstruksi wilayah pascagempa dan tsunami 2006 serta letusan Gunung Merapi 2010, akan mengakhiri mandatnya pada akhir tahun ini.

Melalui lima programnya, JRF mencapai hasil signifikan dalam bidang pembangunan rumah sementara dan permukiman tetap berbasis masyakarat, serta pemulihan mata pencaharian.

JRF dipimpin Pemerintah Indonesia melalui Bappenas, untuk mendukung upaya-upaya pemulihan di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Barat, pascabencana gempa bumi dan tsunami tahun 2006. Secara keseluruhan dana hibah yang berasal dari 7 donor yang dikumpulkan melalui JRF mencapai 94,1 juta dollar AS.  

Bank Dunia berperan sebagai wali, sementara ketujuh donor terdiri dari Uni Eropa, Belanda, Inggris, Bank Pembangunan Asia (ADB), Kanada, Denmark, dan Finlandia.

Di bidang pembangunan permukiman, JRF melalui program Rekompak membangun lebih dari 15.000 rumah melalui pendekatan berbasis komunitas yang mengedepankan mereka yang terdampak sebagai pelaku utama pembangunan permukiman mereka sendiri.

Program ini sebelummya sukses dilaksanakan di Aceh pascatsunami 2004 dengan tingkat kepuasan dan hunian hingga 98 persen. Kesuksesan Rekompak dalam menanggapi berbagai jenis bencana (tsunami, gempa bumi, tanah longsor, dan letusan gunung berapi), mendapat pengakuan dari Pemerintah Indonesia dan berbagai negara lain di dunia yang rawan bencana.

"Pertumbuhan ekonomi di kawasan yang terkena bencana benar-benar menggeliat dan jiwa gotong royong penduduk di situ patut dikagumi. Bahkan, banyak UMKM yang berhasil bangkit lagi dan sekarang kondisinya ada yang jauh lebih baik ketimbang sebelum bencana," kata Eva Muchtar dari World Bank, Rabu (30/5/2012) di Jakarta.

PenulisIda Setyorini
EditorNasru Alam Aziz
Terkini Lainnya
Jabodetabek Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini
Jabodetabek Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini
Megapolitan
Jenazah Bripda Gilang, Polisi yang Gugur dalam Bom Kampung Melayu Dimakamkan di Klaten
Jenazah Bripda Gilang, Polisi yang Gugur dalam Bom Kampung Melayu Dimakamkan di Klaten
Megapolitan
Cerita Orangtua yang Anaknya Sempat Dikira Pelaku Bom Kampung Melayu
Cerita Orangtua yang Anaknya Sempat Dikira Pelaku Bom Kampung Melayu
Megapolitan
Ibunda Polisi yang Gugur dalam Ledakan Bom Kampung Melayu Menangis Histeris
Ibunda Polisi yang Gugur dalam Ledakan Bom Kampung Melayu Menangis Histeris
Megapolitan
Lim Wen Sim Ubah Mitos Burung Hantu dari Pembawa Maut Jadi Penyelamat Warga
Lim Wen Sim Ubah Mitos Burung Hantu dari Pembawa Maut Jadi Penyelamat Warga
Regional
Ini yang Dilakukan Pimpinan DPRD DKI Saat Sidak ke Alexis dan Illigals
Ini yang Dilakukan Pimpinan DPRD DKI Saat Sidak ke Alexis dan Illigals
Megapolitan
KTP Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Tersebar, Polisi Pastikan Pria Sukabumi Itu Masih Hidup
KTP Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Tersebar, Polisi Pastikan Pria Sukabumi Itu Masih Hidup
Regional
Trump Disambut Ribuan Demonstran di “Lubang Neraka”
Trump Disambut Ribuan Demonstran di “Lubang Neraka”
Internasional
Ketum PBNU: Saya Heran Orang Radikal Ada di Perguruan Tinggi
Ketum PBNU: Saya Heran Orang Radikal Ada di Perguruan Tinggi
Regional
Kecam Pelaku Teror Kampung Melayu, Fahri Hamzah Minta Jokowi Pimpin Investigasi
Kecam Pelaku Teror Kampung Melayu, Fahri Hamzah Minta Jokowi Pimpin Investigasi
Nasional
Kembalinya Teror Bom dan #KamiTidakTakut
Kembalinya Teror Bom dan #KamiTidakTakut
Megapolitan
Teror Bom Kampung Melayu, Kami Tidak Takut!
Teror Bom Kampung Melayu, Kami Tidak Takut!
Nasional
Pengebom Manchester 'Terbukti” Berkaitan dengan ISIS
Pengebom Manchester "Terbukti” Berkaitan dengan ISIS
Internasional
Masyarakat Diminta Tak Sebarkan Gambar Sadis Korban Ledakan Bom di Kampung Melayu
Masyarakat Diminta Tak Sebarkan Gambar Sadis Korban Ledakan Bom di Kampung Melayu
Megapolitan
Kisah Wanita Pawon Gendis yang Raih Penghargaan karena Kuliner Ekstrem
Kisah Wanita Pawon Gendis yang Raih Penghargaan karena Kuliner Ekstrem
Regional

Close Ads X