Senin, 14 Juli 2014

News / Regional

PascaErupsi Dukono

Hujan Abu, Sekolah di Tiga Kecamatan Libur

Senin, 28 Mei 2012 | 12:11 WIB

TOBELO, KOMPAS.com — Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga atau Dikpora Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, terpaksa meliburkan seluruh siswa di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Tobelo, Tobelo Selatan, dan Tobelo Timur. Hal ini menyusul terjadinya hujan abu yang melanda Tobelo sejak 24 Mei 2012.

Kepala Dikpora Halmahera Utara (Halut) Pitson Kutani di kantornya, Senin (28/5/2012), mengaku, keputusan meliburkan para siswa di tiga kecamatan terpaksa dilakukan karena intensitas hujan abu sudah sangat meresahkan dan mengganggu aktivitas belajar-mengajar.

"Kami sudah surati semua sekolah di Tobelo, Tobelo Selatan, dan Tobelo Utara agar sementara ini libur dulu. Kami belum bisa pastikan kapan harus masuk lagi, jadi surat kami ke sekolah itu mengatakan libur fakultatif tanpa batas waktu tertentu," ujar Pitson.

Pitson pun belum bisa memastikan kapan para siswa kembali diinstruksikan untuk masuk kelas seperti biasa. Hal itu bergantung kondisi hujan abu di Tobelo. Saat ini hujan abu masih melanda Tobelo dan sekitarnya menyusul adanya letupan Gunung Api Dukono sejak 24 Mei 2012. Sejak itu, Tobelo dihujani abu vulkanik yang berasal dari erupsi gunung Api Dukono.

"Yang terparah itu pada 24-25 Mei, itu kota Tobelo paling parah hujan abunya. Jadi aktivitas sekolah sangat terganggu, makanya kami liburkan saja tanpa batas waktu tertentu, tergantung kondisi yang ada," kata Pitson, lagi.

Selain sekolah, aktivitas warga lainnya juga sempat terganggu akibat hujan debu yang melanda Tobelo. Sejumlah toko di pusat perbelanjaan hingga Senin pagi masih tutup. Namun, sebagian besar toko sudah mulai melakukan aktivitas seperti biasa. Aktivitas di lingkungan birokrasi pun sempat terganggu. Banyak pegawai negeri sipil (PNS) yang tidak masuk kantor.

"Aktivitas perkantoran memang berjalan seperti biasa. Akan tetapi, ada beberapa pegawai yang tidak masuk kantor karena memang hujan abu ini berakibat pada kesehatan masyarakat. Kalau ada pegawai yang tidak masuk kantor itu wajar karena kebanyakan pegawai menggunakan transportasi roda dua," tutur Ahmad Kocoa, Juru Bicara Kantor Bupati.


Penulis: Kontributor Halmahera, Anton Abdul Karim
Editor : Glori K. Wadrianto