Jumat, 25 Juli 2014

News / Regional

97 Persen Siswa SMA di Manggarai Timur Lulus UN

Sabtu, 26 Mei 2012 | 09:52 WIB

Berita terkait

BORONG,KOMPAS.COM - Prosentase kelulusan ujian nasional tingkat SMA di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur tahun ini mencapai 97,30 persen. Dari seluruh peserta UN di kabupaten ini yang mencapai 1.617 orang, sekitar 2,7 persen atau 75 orang dinyatakan tidak lulus.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Manggarai Timur, Selamat Fransiskus, menjelaskan ada beberapa sekolah yang siswanya lulus 100 persen, di antaranya adalah SMA Seminari XII Kisol, SMAN 1 Borong, SMAN 1 Elar. SMAN 3 Elar, dan Madrasah Aliyah Pota.

Kepala Sekolah SMA Seminari XII Kisol, Pastor Frederikus Jehalu, mengungkapkan bangga dengan sekolahnya yang mampu mempertahankan prestasi kelulusan dari tahun ke tahun. "Ini merupakan perjuangan dari semua pihak, baik guru-guru yang mengajar di Seminari XII Kisol maupun siswa yang tekun dalam mengikuti mata pelajaran serta mengikuti bimbingan dan try out," katanya.

Ia menambahkan,  rasa bangganya bertambah karena dua siswanya berhasil meraih nilai tertinggi di Kabupaten Manggarai Timur yakni, Martinus Kristian Mbui, siswa IPA dengan nilai IPA Biologinya, 9,25 sementara Anselmus Karso, Siswa IPS dengan nilai IPS Geografinya, 9,80.

Sementara itu sekolah dengan prosentase kelulusan paling rendah terdapat di SMA Negeri Sambi Rampas, Kecamatan Sambi Rampas dengan prosentase kelulusan hanya 22,65 persen. Selanjutnya adalah SMAN 2 Elar dengan prosentase kelulusan 86,31 persen dan SMA Katolik Mukun, yaitu 89,13 persen.

Persentase kelulusan SMA/SMK Kabupaten Manggarai Timur yang menurun dari tahun 2011 lalu mendapatkan sorotan dari DPRD Kabupaten Manggarai Timur. Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Manggarai Timur, Wilybrodus Nurdin menilai rendahnya prosentase kelulusan tersebut disebabkan instansi yang terkait tidak memiliki target pencapaian yang jelas.

"Jangan hanya menyalahkan guru dan siswa yang tidak lulus, melainkan ada kesalahan manajemen dalam mendesain pendidikan di Kabupaten Manggarai Timur," katanya.

Nurdin berharap, dengan adanya penurunan persentase kelulusan, dinas akan ada pembenahan penddikan dari tingkat Taman Kanak-Kanak sampai tingkat SMA.

 

 


Penulis: Kontributor Manggarai, Markus Makur
Editor : Lusia Kus Anna