Senin, 24 November 2014

News / Regional

Seni Budaya

1.000 Orang Menari Remo Massal

Jumat, 25 Mei 2012 | 20:20 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Surabaya Urban Culture Festival 2012 pertama kalinya digelar dengan mengangkat budaya khas Surabaya pada Minggu (27/5/ 2012)  di sepanjang Jalan Tunjungan, mulai pukul 15.00-23.00 WIB. Kegiatan ini untuk menghidupkan kembali Jalan Tunjungan yang memiliki nilai historis bagi warga Surabaya, Jawa Timur.

Surabaya Urban Culture Festival (SUCF) persembahan Suara Surabaya menyambut Hari Jadi Kota Surabaya ke - 719, merupakan serangkaian pesta budaya khas suroboyo dengan melibatkan Pemerintah Kota Surabaya dan Polrestabes Surabaya. Ketua Panitia Surabaya Urban Culture Festival 2012, Irma Widya Budianti  menjelaskan, rangkaian kegiatan itu meliputi lomba tata rias remo diikuti 1.000 orang dan dilanjutkan Flash MOB menari Remo secara massal di Jalan Tunjungan.

Acara semakin meriah dengan ditampilkan juga lomba musik patrol, parikan dan ludruk. Selama acara berlangsung setelah matahari terbenam, bangunan Hotel Majapahit akan jadi layar pertunjukan visual. Ada 6 proyektor yang akan selimuti Hotel Majapahit dengan visual tiga dimensi berlakon Surabaya Tempo Dulu.

Bahkan saat ini di sepanjang Jalan Tunjungan sudah bisa dilihat Pameran Foto Surabaya Tempo Dulu yang dikomparasikan dengan potret kondisi Surabaya sekarang. Surabaya Urban Culture Festival yang berlangsung Minggu sore hingga malam tersebut juga diisi berbagai atraksi menarik yang menghibur. Antara lain atraksi BMX, Capoeira, Break Dance, Dancer, juga musik Jazz on The Street di atas panggung trailer.

Guna melengkapi kegiatan Surabaya Urban Culture Festival, Suara Surabaya juga melibatkan Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) menampilkan Festival Panganan Suroboyo.  "Kegiatan untuk menghidupkan budaya lama yang dikemas dengan gaya modern di Jalan Tunjungan ini. Harapannya ke depan Jalan Tunjungan menjadi satu di antara kawasan elit awalnya kembali seperti semula. Karena tiap kota pasti mempunyai ciri khas," kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.


Penulis: Agnes Swetta Br. Pandia
Editor : Agnes Swetta Pandia