Rabu, 20 Agustus 2014

News / Regional

Ujian Nasional

Anak Penjaga Toko dan Parkir Lulus Terbaik Tingkat Nasional

Jumat, 25 Mei 2012 | 14:10 WIB

LAMONGAN, KOMPAS.com — Kabupaten Lamongan di Jawa Timur kembali menorehkan prestasi luar biasa dalam ujian nasional tahun ini. Dua siswi di kabupaten itu meraih nilai terbaik kedua dan tiga tingkat nasional SMA/SMK.

Mereka adalah Novi Wulandari dan Nur Uthfi Khumairo. Novi adalah anak dari pasangan Mustakim-Sepi Setiawati. Mustakim sehari-hari adalah penjaga toko, sementara Sepi bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Novi meraih nilai terbaik kedua tingkat nasional dengan total nilai 58,50. Dia juga terbaik se-Jawa Timur untuk siswa SMA bidang Ilmu Pengetahuan Alam.

Adapun Nur Utfhi Khumairo meraih nilai tertinggi ketiga nasional dan peringkat kedua se-Jatim untuk siswa SMK dengan nilai 38,53 bidang Akuntansi. Ayahnya, Jabar, sehari-hari adalah tukang parkir di Kaliotik, dan ibunya, Anis, ibu rumah tangga.

"Saya sebelumnya memang berobsesi jadi terbaik nasional agar bisa kuliah," kata Novi. Ia selama ini langganan juara I, tetapi saat kelas XII sempat merosot ke peringkat V karena bimbang melanjutkan kuliah atau tidak.

"Selama ini saya dapat beasiswa. Kalau kuliah uang dari mana. Akan tetapi, saya bertekad agar meraih prestasi nasional agar dapat beasiswa dan tidak memberatkan orangtua," katanya.

Saat mendapat informasi nilainya terbaik nasional kedua, Novi langsung sujud syukur dan memeluk sang ayah. "Alhamdulillah keinginan saya membahagiakan orangtua terlaksana," ucapnya, berkaca-kaca.

Meskipun masih bingung soal biaya, ia mendaftar seleksi ke Universitas Gadjah Mada Yogyakarta lewat jalur prestasi jurusan Geofisika dan Statistika. Untuk di Sekolah Tinggi Ilmu Statistik, ia sudah lolos ujian tahap pertama. Kalau nanti yang di UGM tidak lolos, Novi ingin ambil jurusan Statistik di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. "Saya ingin dapat beasiswa agar tidak merepotkan orangtua," kata Novi.

Adapun Uthfi telah diterima kerja di sebuah dealer sepeda motor produksi India begitu ujian usai. "Itu untuk mengisi waktu, jaga-jaga kalau nanti enggak bisa kuliah. Kalau ada biaya ingin ambil jurusan Akuntansi di Universitas Airlangga Surabaya. Saya mau jadi akuntan," harapnya.


Penulis: Adi Sucipto
Editor : Marcus Suprihadi