Sabtu, 20 September 2014

News / Regional

Ibu Bayi Kembar Siam Tak Punya Biaya

Kamis, 24 Mei 2012 | 00:20 WIB

PAMEKASAN, KOMPAS.com — Karomah (29), ibu kandung bayi kembar siam asal Desa Madulang, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, masih belum tahu kondisi anaknya.

Pihak keluarga sengaja tidak memberitahukan penanganan bayi kembar siam tersebut karena khawatir kondisi Karomah menurun mendengar kabar keadaan anaknya.

Mukid (30), suami Karomah, saat ditemui Kompas.com di Klinik Aisyah, Kelurahan Gladak Anyar, Pamekasan, Rabu (23/5/2012), mengatakan, jika kondisi istrinya sudah berangsur membaik, proses perawatan anaknya yang kembar siam di bagian dada dan perut akan diberi tahu juga.

"Karena kondisinya masih drop pascaoperasi caesar, saya khawatir berpengaruh pada kesehatannya," kata pria yang sehari-hari sebagai petani ini.

Kepada istrinya ia hanya mengatakan bahwa anaknya kembar dan dalam perawatan tanpa menyebutkan lokasinya.

"Saya katakan kalau anaknya kembar. Namun, masih dirawat di inkubator," tambahnya.

Padahal, si kembar siam yang belum diberi nama itu sudah dirawat di Rumah Sakit dr Soetomo, Surabaya, sejak Selasa kemarin.

Yang menjadi beban Mukid saat ini, yakni biaya yang akan ditanggung selama istrinya menjalani operasi caesar. Biaya yang harus dibayar mencapai Rp 7 juta.

"Saya masih bingung soal biaya karena sebelumnya saya tidak persiapan pembiayaan," akunya.

Keluarga Mukid dan Karomah masih berusaha untuk mencari utangan kepada tetangga yang mau memberikan pinjaman.

"Sudah ada yang mencarikan pinjaman di rumah. Saya masih nungguin istri saya di klinik ini," tandasnya.

Sementara itu, Direktur Klinik Aisyah Pamekasan dr Aminatus Sakdiyah menuturkan bahwa keringanan pembiayaan sama sekali tidak bisa diberikan sebab pelayanannya memang tidak menerima pasien Jamkesmas.

"Ini sudah aturan di klinik kami. Jadi kami tunggu keluarga pasien sampai bisa membayar sebelum keluar dari sini," terang Amina.


Penulis: Kontributor Pamekasan, Taufiqurrahman
Editor : Tri Wahono