Kepala Ditembus Peluru, Reza Sudah Bisa Bicara - Kompas.com

Kepala Ditembus Peluru, Reza Sudah Bisa Bicara

Kontributor Medan, Mei Leandha
Kompas.com - 23/05/2012, 23:58 WIB

MEDAN, KOMPAS.com — Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan RSU Columbia Asia, Medan, dr Kianto, mengatakan, kondisi Muhammad Reza Fahlevi (4), yang kepalanya tertembus peluru, sudah mulai menunjukkan kemajuan.

Sehari setelah menjalani operasi selama tiga jam kemarin, Reza sudah bisa berbicara. Meski demikian, kondisi kesehatannya akan terus dipantau.

"Kami akan terus mengevaluasi kesehatannya selama tiga hari pasca-operasi pembersihan serpihan tulang di otaknya," kata Kianto, Rabu (23/5/2012).

Dari analisis tim medis rumah sakit, peluru tembus dan keluar dari atas kepala melukai otak bagian depannya. Dia berasumsi, masuknya peluru dari hidung lewat otak bagian depan mata kanan dan peluru menembus ke kepala bagian atas. Secara medis, menurutnya, luka pada otak depan akan mengakibatkan anak tersebut cacat.

"Kalau dalam istilah medisnya, cacat setelah kejadian, yakni akan terjadi gangguan pada emosionalnya," ungkapnya.

Dia mengatakan, dalam hasil operasi pada Selasa lalu, tim medis seperti menemukan suatu benda di sebelah kiri otak Reza. Namun, dia belum bisa memastikan apakah itu serpihan peluru atau lainnya. Namun, yang jelas hal itu menurutnya sangat berisiko.

Kedua orangtua Reza dikabarkan masih enggan berkomentar dengan wartawan lantaran masih mengalami trauma dengan peristiwa naas yang menimpa anak pertamanya itu.

Kianto memberikan kronologi kejadian dari cerita orangtua Reza. Senin (21/5/2012) siang, Brigadir Juliadi pulang ke rumahnya di Lhokseumawe untuk mengambil berkas data yang tertinggal. Saat itu, dia meletakkan pistol miliknya di atas meja. Adapun sang istri yang dalam kondisi hamil masih tidur di kamarnya.

Reza, yang saat itu terbangun, keluar mengambil pistol ayahnya. Saat itulah Brigadir Juliadi dan istrinya mendengar suara letusan pistol.

Wakil Kepala Polresta Lhokseumawe Komisaris Syahrul yang dikonfirmasi via telepon seluler enggan berkomentar. Menurutnya, kasus ini telah ditangani Propam untuk ditindaklanjuti.

Sementara itu, Direktur Lembaga Bantuan Hukum Kota Medan Nuriyono, yang dimintai tanggapan terkait hal ini, mengatakan bahwa pelaku harus tetap dihukum karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan terhadap orang lain.

"Walaupun korban anaknya sendiri," ungkapnya.

PenulisKontributor Medan, Mei Leandha
EditorTri Wahono

Terkini Lainnya

Gunung Agung Erupsi, Aktivitas Bantaran Sungai pun Mati

Gunung Agung Erupsi, Aktivitas Bantaran Sungai pun Mati

Nasional
Petugas Kebersihan Bendungan Tercebur, Keberadaannya Masih Ditelusuri

Petugas Kebersihan Bendungan Tercebur, Keberadaannya Masih Ditelusuri

Regional
Jawaban KPK Terkait Hilangnya Tiga Nama Politisi PDI-P di Dakwaan Novanto

Jawaban KPK Terkait Hilangnya Tiga Nama Politisi PDI-P di Dakwaan Novanto

Nasional
65 Korban Banjir di Aceh Utara Masih Mengungsi

65 Korban Banjir di Aceh Utara Masih Mengungsi

Regional
Mengintip Kehidupan Pengungsi yang Terdampak Erupsi Gunung Agung

Mengintip Kehidupan Pengungsi yang Terdampak Erupsi Gunung Agung

Nasional
KPK Dalami Kontrak Jasa Konsultasi dan Pembayaran Komisi di Kasus Suap Dirut Garuda

KPK Dalami Kontrak Jasa Konsultasi dan Pembayaran Komisi di Kasus Suap Dirut Garuda

Nasional
Kisah Pilu Fatima, Penderita Tumor Mata Ganas di Flores yang Hidup Sendiri

Kisah Pilu Fatima, Penderita Tumor Mata Ganas di Flores yang Hidup Sendiri

Regional
Nurdin Abdullah dan Heru Pambudi Raih Bung Hatta Anti-Corruption Award

Nurdin Abdullah dan Heru Pambudi Raih Bung Hatta Anti-Corruption Award

Nasional
Belgia Resmi Tutup Kasus Ekstradisi Pemimpin Tersingkir Catalonia

Belgia Resmi Tutup Kasus Ekstradisi Pemimpin Tersingkir Catalonia

Internasional
Banding PKS Ditolak, Fahri Hamzah Tegaskan Posisinya Tak Bisa Diganggu

Banding PKS Ditolak, Fahri Hamzah Tegaskan Posisinya Tak Bisa Diganggu

Nasional
Tak Lagi Tayangkan Video Rapat, Transparansi di Pemprov DKI Menurun

Tak Lagi Tayangkan Video Rapat, Transparansi di Pemprov DKI Menurun

Nasional
Anies Tak Berkomentar soal Wacana Pemindahan Ibu Kota

Anies Tak Berkomentar soal Wacana Pemindahan Ibu Kota

Megapolitan
Tepis Isu SARA pada Pilkada Jabar, Ridwan Kamil Disarankan Cari Pendamping dari Santri

Tepis Isu SARA pada Pilkada Jabar, Ridwan Kamil Disarankan Cari Pendamping dari Santri

Regional
Unik, Hotel di Solo Ini Ciptakan Pohon Natal dari Bahan Mi Soun

Unik, Hotel di Solo Ini Ciptakan Pohon Natal dari Bahan Mi Soun

Nasional
Kemendikbud Ralat Konten Buku Kelas VI Kurikulum 2006 soal Ibu Kota Israel

Kemendikbud Ralat Konten Buku Kelas VI Kurikulum 2006 soal Ibu Kota Israel

Nasional

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM