Takut Dibilang Banci, Remaja Pilih Merokok - Kompas.com

Takut Dibilang Banci, Remaja Pilih Merokok

Muhammad Hasanudin
Kompas.com - 20/05/2012, 05:35 WIB

DENPASAR.KOMPAS.com - Perokok aktif kini sudah tidak didominasi usia dewasa, pecandu rokok usia remaja jumlahnya terus meningkat setiap tahun. Dalam survei oleh Universitas Udayana pada 2011 lalu, 34,5 persen remaja di Denpasar saat ini sudah menjadi perokok aktif.

Berbagai macam faktor mempengaruhi perokok "pemula" ini, di antaranya lingkungan keluarga, dan pergaulan. "Ada yang mencoba dari pengaruh teman sebaya. Kalau dari faktor keluarga, jika mereka melihat keluarganya merokok dan tidak masalah, akhirnya dia merokok," ujar Made Kerta Duana, peneliti Unud dari Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat dalam lokakarya Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Denpasar, Sabtu (19/05/2012).

Dalam survei yang dibuat untuk referensi KTR, tambah Kerta Duana, diketahui saat ini 34,5 persen remaja usia 13-22 tahun di Denpasar sudah menjadi perokok aktif. Di antara jumlah tersebut, 25,7 persen remaja menjadi perokok karena tidak ingin dibilang banci oleh temannya.

"Biasanya kalau lagi kumpul-kumpul ada yang tidak merokok dibilang banci dan tidak setia kawan," beber Kerta Duana.

Ironisnya, di kalangan remaja Denpasar perokok aktif lebih banyak dari bangku  SMP, yakni 60 persen, dibanding remaja yang duduk di bangku SMA yang hanya 32 persen.

PenulisMuhammad Hasanudin
EditorAloysius Gonsaga Angi Ebo

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM