Dua PTN Baru di Babel Tuntut Status PNS - Kompas.com

Dua PTN Baru di Babel Tuntut Status PNS

Kompas.com - 02/05/2012, 05:39 WIB

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com — Dua perguruan tinggi negeri (PTN) baru di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), yakni Universitas Bangka Belitung (UBB) dan Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman Negeri Bangka Belitung), menginginkan percepatan peralihan status kepegawaian.

"Istilahnya, kapal kami sudah dicap ’negeri’, tapi awak kapalnya masih belum. Kami ingin kejelasan status," kata Muntoro, Ketua Forum Kepegawaian Universitas Bangka Belitung, Selasa (1/5/2012).

Muntoro berharap, peralihan status kepegawaian di sembilan PTN baru segera terealisasi.

"Sekarang sudah dua tahun sejak dinegerikan, kami ingin ketegasan pemerintah agar status kami sebagai pegawai negeri sipil (PNS) segera terealisasi," kata dia.

Guna merealisasikan hal percepatan tersebut, Muntoro mengatakan bahwa forum kepegawaian dari UBB dan Polman Negeri Bangka Belitung akan mengadakan forum-forum dialog bersama PTN baru lainnya di seluruh Indonesia. Selama ini, kata dia, untuk 116 karyawan Polman Negeri digaji dari PT Timah, sedangkan untuk 234 karyawan UBB digaji dari pendapatan negara bukan pajak (PNBP).

"Itu selisih jauh dengan pegawai negeri," ujarnya.

Sembilan perguruan tinggi negeri baru yang diresmikan melalui Peraturan Presiden Nomor 65 tersebut antara lain UBB, Polman Negeri Bangka Belitung, Politeknik Negeri Batam, Politeknik Negeri Bengkalis, Universitas Musamus Merauke, Universitas Borneo Tarakan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Politeknik Negeri Balikpapan, dan Politeknik Nusa Utara. Ada sekitar 1.500 karyawan dari sembilan PTN baru tersebut yang terdiri dari tenaga pengajar dan karyawan.


PenulisM.Latief
EditorAloysius Gonsaga Angi Ebo

Terkini Lainnya

Belum Terima Surat Penarikan Produk Albothyl, Tenaga Farmasi Kebingungan

Belum Terima Surat Penarikan Produk Albothyl, Tenaga Farmasi Kebingungan

Megapolitan
Wiranto: Akan Selalu Ada Migran Selama Masalah Keamanan di Asia dan Timur Tengah Berkecamuk

Wiranto: Akan Selalu Ada Migran Selama Masalah Keamanan di Asia dan Timur Tengah Berkecamuk

Nasional
Pengusaha Angkot Mau Lanjutkan Program OK Otrip tetapi Ada Syarat

Pengusaha Angkot Mau Lanjutkan Program OK Otrip tetapi Ada Syarat

Megapolitan
Polisi Tembak Mati HR, Spesialis Begal dengan Senjata Api di Jakarta Barat

Polisi Tembak Mati HR, Spesialis Begal dengan Senjata Api di Jakarta Barat

Megapolitan
Pria Jepang Berjuluk 'Pabrik Bayi' Menangkan Hak Asuh 13 Anak

Pria Jepang Berjuluk "Pabrik Bayi" Menangkan Hak Asuh 13 Anak

Internasional
Wiranto Sebut Empat Hal Ini Jadi Ancaman Pilkada Serentak 2018

Wiranto Sebut Empat Hal Ini Jadi Ancaman Pilkada Serentak 2018

Nasional
Ketua DPR: Silakan Persatuan Wartawan Indonesia Gugat UU MD3 ke MK

Ketua DPR: Silakan Persatuan Wartawan Indonesia Gugat UU MD3 ke MK

Nasional
Dana Desa Paling Banyak Dikorupsi, Polisi Minta Masyarakat Aktif Awasi

Dana Desa Paling Banyak Dikorupsi, Polisi Minta Masyarakat Aktif Awasi

Nasional
Dirjen Bina Marga: Kemarin Kami Tegur Keras, Sekarang Evaluasi Waskita

Dirjen Bina Marga: Kemarin Kami Tegur Keras, Sekarang Evaluasi Waskita

Megapolitan
Sopir Angkot OK Otrip yang Bau 'Ketek' dan Gondrong Akan Diberi Sanksi

Sopir Angkot OK Otrip yang Bau "Ketek" dan Gondrong Akan Diberi Sanksi

Megapolitan
Parpol Dilarang Kampanye Pemilu Sebelum 23 September Mendatang

Parpol Dilarang Kampanye Pemilu Sebelum 23 September Mendatang

Nasional
Borong Pangan Murah, Warga Bawa Karung hingga Diantar Becak

Borong Pangan Murah, Warga Bawa Karung hingga Diantar Becak

Megapolitan
Pengacara Buni Yani hingga Mantan Napi Ujaran Kebencian Dikukuhkan Jadi Pengurus KONI DKI

Pengacara Buni Yani hingga Mantan Napi Ujaran Kebencian Dikukuhkan Jadi Pengurus KONI DKI

Megapolitan
CRCS: Penafsiran atas Ajaran Agama Bukan Penyimpangan atau Penodaan

CRCS: Penafsiran atas Ajaran Agama Bukan Penyimpangan atau Penodaan

Nasional
Perancis Bertekad Tingkatkan Populasi Serigala hingga 40 Persen

Perancis Bertekad Tingkatkan Populasi Serigala hingga 40 Persen

Internasional

Close Ads X