Kamis, 17 April 2014

News /

Cetak Terus Sawah Baru

Jumat, 20 April 2012 | 02:42 WIB

Baca juga

Merauke, Kompas - Kabupaten Merauke di Provinsi Papua dan Kabupaten Kubu Raya di Kalimantan Barat terus mencetak sawah baru guna memperkuat ketahanan pangan. Kedua daerah tersebut melibatkan kelompok tani dengan memanfaatkan kucuran dana dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Merauke, Bambang Dwiatmoko, di Merauke, Papua, Kamis (19/4), mengatakan, lahan sawah di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, terus diperluas. Pada tahun 2012 ini kembali akan dicetak sawah baru seluas 2.000 hektar. Perluasan lahan sawah tersebut diharapkan memperkuat ketahanan pangan di Merauke, yang merupakan daerah perbatasan dengan Papua Niugini (PNG).

Kepala Bidang Pengembangan Lahan dan Perlindungan Tanaman, Dinas TPH Merauke, Edi Santosa, mengungkapkan, pada tahun 2012 direncanakan pencetakan sawah baru seluas 2.000 hektar (ha). Seluas 1.050 ha di antaranya berada di Distrik Ulilin, Elikobel, dan Muting, yang merupakan distrik yang berbatasan langsung dengan PNG.

Sisanya antara lain tersebar Distrik Semangga dan Kurik yang merupakan sentra pertanian padi, serta Distrik Jagebob. Pada tahun 2011, juga telah dicetak sawah baru seluas 1.000 ha.

Bambang menuturkan, cetak sawah baru itu usulan dari para petani. Sejumlah lahan cetak sawah baru program 2011, sudah ditanami dan telah dipanen. Contohnya, tanam perdana padi di lahan cetak sawah baru seluas 100 ha di kampung Belbelan, Distrik Ulilin, telah menghasilkan gabah relatif memuaskan.

Petani mendapat paket bantuan sosial dari pemerintah pusat senilai Rp 10 juta per ha untuk cetak sawah baru di lahan miliknya sendiri. Untuk memperoleh dana bansos itu, petani harus tergabung dalam kelompok tani kemudian mengajukan rencana usaha kegiatan kelompok.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kampung Belbelan, Sukatno, mengatakan, bantuan itu digunakan untuk pembukaan, pembersihan, pengolahan lahan, pembelian pupuk, benih padi, dan sarana produksi. Panen perdana padi di lahan sawah baru mampu memberikan hasil 2-3 ton gabah kering panen per ha.

Bupati Merauke Romanus Mbaraka mengatakan, pemkab akan terus mendorong pencetakan lahan sawah. Harga pangan diprediksi bakal semakin mahal. Masyarakat harus mampu memproduksi beras sendiri.

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan, saat ini luas sawah di Kubu Raya mencapai 50.000 ha dan sudah mampu memproduksi 206.000 ton gabah kering giling pada 2011 lalu. Kebutuhan beras untuk masyarakat Kubu Raya sebetulnya hanya 170.000 ton per tahun sehingga sudah surplus sekitar 36.000 ton. Tahun 2012 ini, produksi ditargetkan meningkat menjadi 220.000 ton gabah.

”Walaupun sudah surplus, kami tetap terus menggenjot produksi beras petani. Selain untuk memenuhi kebutuhan Kubu Raya, produksi petani juga bisa menyuplai kebutuhan nasional,” katanya. (RWN/AHA)


Editor :