Rabu, 3 September 2014

News / Regional

Kasus "Sumedang Ekspres" Dianggap Selesai

Selasa, 17 April 2012 | 22:55 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Kehebohan yang terjadi gara-gara semua awak redaksi Sumedang Ekspres diperiksa Kepolisian Resor Sumedang, Jawa Barat, terkait dengan pasal penghinaan dinyatakan sudah selesai.

Baik awak redaksi maupun kepolisian menyatakan bahwa insiden ini terjadi murni karena kesalahpahaman dan kurangnya silaturahim kedua belah pihak.

Hal itu diutarakan Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Martinus Sitompul di Bandung, Selasa (17/4/2012). Pembuatan berita acara pemeriksaan bagi enam awak redaksi sudah dihentikan dan kini Kepala Polres Sumedang Ajun Komisaris Besar Eka Satria Bakti tengah berkunjung ke kantor Sumedang Ekspres dan berbincang dengan Pemimpin Redaksi Sumedang Ekspres Maman Juherman.

"Semua hanya kesalahpahaman saja. Barangkali tindakan pemanggilan tersebut sedikit berlebihan," kata Martinus.

Insiden Sumedang Ekspres ini bermula pada karnaval memperingati hari ulang tahun ke-434 Sumedang yang dipusatkan di alun-alun.

Kru Sumedang Ekspres menjadi salah satu peserta karnaval dan menggunakan kliping artikel mereka yang sudah naik cetak sebagai hiasan mobil. Mereka menggunakan artikel yang diterbitkan tanggal 4 April dengan tajuk "Oknum Polisi Ngamuk".

Masalah timbul ketika mobil tersebut melintasi alun-alun dan disaksikan oleh Kepala Polres Sumedang. Seusai acara, semua awak, mulai dari pemimpin redaksi hingga manajer umum, dipanggil untuk dimintai keterangan di Markas Polres Sumedang. Mereka dikenai tuduhan penghinaan di muka umum.


Penulis: Didit Putra Erlangga Rahardjo
Editor : Agus Mulyadi